Sabtu, 22 Juli 2017

10 Bulan Menjadi Kaum Minoritas

Ciee yang teringat masa lalu...
Agustus, 2014 sampai Juli 2015 selama 10 bulan saya menjadi kaum minoritas di negera yang asing bagi saya. Saat itu saya masih meraba-raba seperti apa Estonia itu dan bagaimana kelak saya akan menjalankan ibadah wajib 5 waktu atau sunnah seperti yang saya lakukan di Indonesia. Saya mencari tahu bagaimana kehidupan bergama di Estonia, seperti dugaan saya hampir separo penduduknya adalah atheis.

Sebulan...
Ibadah...
Menjadi kaum minoritas cukup melelahkan bagi saya. Saya harus terbiasa dengan waktu sholat yang menurut saya saat itu aneh. Pada bulan Agustus adalah musim panas (menurut saya tidak panas-panas amat tapi entah kenapa orang Esti suka sekali, menurut saya terkesan sejuk malahan) waktu untuk ibadah masih dibilang agak wajar. Jadwal sholat subuh jam 5.30 Dzuhur sekitar pukul 13.00 lebih, Ashar sekitar pukul 16.00, Magrib pukul 19.00 dan Isya sekitar pukul 21.00. Alhamdulillah saya bisa mengikuti ritme sholat wajib.

Kemudian, apabila saya di kampus, ini yang awalnya menjadi kendala saya untuk sholat. Selama hampir 2 bulan saya benar-benar clueless. Sehingga dengan berat hati saya sering menjama' sholat. Apalagi saat itu jadwal kuliah saya pada dari Senin pagi sampai Jumat sore.
Suatu hari, ada anak-anak dari Turki mengundang teman saya makan di apartemen mereka. Saya turut serta datang memenuhi undangan teman saya. Disana mereka memberitahu kalau kita bisa sholat di private room perpustakaan.
Jadi TUT menyediakan individual room di perpustakaan yang digunakan untuk belajar. Ruang itu terdiri dari bilik kecil. Stiap lantai ada lebih dari 20 indvidual room. Tidak hanya individual room namun juga discussion room, berupa bilik agak besar dibanding individual room sehingga bisa diskusi. Berita gembiranya kita bisa sewa indvidual atau discussion room tersebut. Berita buruknya kadang individual room sering penuh. Kalau misalnya penuh, saya dengan berat hati menjama' sholat. Saya yakin Allah Maha Pemurah dan Maha Tahu.

Ini perpusnya TUT. Bagus banget kan! Ini tempat favorite saya pokoknya. Nyaman banget udah gitu koleksi bukunya lengkap!


 Penampakan bilik di individual room. Mirip wartel kan ya hehehe. Kita bisa belajar disini. Individual room ini bisa disewa. 1 Minggu kalau tidak salah 15 Euro, dan saya sering banget sewa ruangan ini. Lumayan, karena saya bisa leluasa menggunakan ruangan ini tanpa perlu antri. (Masnya disitu lagi nunggu ruangannya kosong)

Berada 3 bulan lebih sedikit saya di Tallinn, saya sudah mulai nyaman. Saya tidak memiliki masalah tentang rasisme selama 3 bulan tersebut. Kadang beberapa orang tua (nenek-nenek dan kakek-kakek) melihat saya dari atas sampai bawah dengan tatapan mata tajam dan ada yang tersenyum lalu mereka mengajak saya mengobrol dengan bahasa Rusia atau Eesti, tentu saja saya tidak paham. Saya hanya tersenyum dan mengangguk. Mostly, para orang tua itu tidak aneh-aneh dan baik.
Auntumn sudah dimulai di Tallinn saat itu, suhu udara semakin dingin. Namun, saya sangat menikmati (meskipun saya benci dingin tapi menyenangkan sekali merasakan Auntumn atau Winter). Saat itu datang e-mail dari pihak Academic Hostel, mereka menginformasikan jika saya harus mencari roommate. Cobaan dimulai, saya difitnah dan dianggap menganggu ketika beribadah. Bisa di baca di blog saya sebelumnya disini. Itu cobaan yang menurut saya membuat saya nelangsa. Saya harus bersikap dewasa. Tanpa babibu saya protes ke pihak hostel dan saya pindah. Terus terang itu pengalaman yang paing tidak menyenangkan selama saya di Tallinn.

Saya merasakan "ohhh gini yaaa jadi kaum minoritas". Saya menyadari saya hidup di Indonesia yang menghargai antar umat beragama. Namun, sekarang ini saya sedikit miris dengan pemberitaan di media massa Indonesia yang menjadi minyak dan micin.
Dimanapun agama dan kepercayaan adalah hal yang sensitif untuk dibahas. Kadang saya suka jengkel kalau sudah membeda-bedakan agama satu dengan yang lain atau etnis satu dengan etnis lain. Pelajaran yang saya dapat selama menjadi kaum minoritas adalah sudah biarkan mereka menganut kepercayaan yang mereka anggap benar, kita tetap teguh terhadap agama dan kepercayaan kita. Tidak usah kita ikut menghakimi. Allah SWT lah yang berhak menilai ibadah kita seperti apa tidak usah kita merasa sombng di atas orang lain. Dan saya paling benci dengan orang yang meng-kafirkan orang. Kita manusia yang tidak pernah luput dari dosa jadi kenapa kita meng-kafirkan orang kalau ibadah kita saja masih kurang. Kita hidup di Indonesia yang berasaskan Pancasila. Prinsip saya adalah agama ku adalah agama ku, agama mu adalah agama mu TITIK!
Kecuali kalau ada orang berbeda keyakinan bertanya baru saya akan menjawab sesuai ilmu agama yang saya tahu, tapi kalau tidak saya tidak akan berkomentar jika menyangkut kepercayaan. Karena saya tahu lebih baik tidak usah membahas masalah sensitif, lagipula masih banyak hal-hal lain yang bisa kita bahas. Jadi curhat yeee 
Pengalaman inilah yang membuat saya berpikiran terbuka dan dewasa. Saya tidak ingin membuat rusuh berkomentar di media elektronik terkait kepercayaan atau agama. Dari komentar kita yang kita posting, kita akan tahu seberapa orang tersebut peduli atau tidak.

Puasa..
Saya sempat merasakan Ramadhan di Tallinn sekitar 1 minggu lebih. Bohong kalau saya bilang biasa saja. Bayangkan saja, saya lahir dan dibesarkan serta tinggal  di negara tropis puasa paling mentok cuma 12 jam. Ramadhan tahun 2014 bertepatan dengan Summer session. Sungguh, saya salut dengan Muslim yang tinggal di daerah Scandinavia, Estonia masih mending Baltic area mentok puasa 21 jam hahahaha 😁😁. Iya saya merasakan puasa hampir 21 jam. Mending ya daripada di Norway sana.
Pada saat Summer matahari akan selalu bersenar sepanjang hari. Ya! Malam hanya dalam hitungan jam. Sekitar 3-4 jam saja akan gelap, tidak terlalu gelap sih seperti waktu magrib gitu masih ada semburat merah. Pernah waktu itu adalah perayaan White Day (apalah lupa namanya). Dimana pada hari itu hari Matahari akan bersinar sepanjang hari alias kagak ada malam gengs 😎😎😎

 Ini jam 12 malam. Kebayangkan Matahari tidak pernah tidur pas waktu Summer hehehe

Waktu Ramadhan, Subuh adalah pukul 02.30 kurang (dini hari) sedangkan Magrib kurang lebih antara pukul 22.00 sampai 23.00. Jadi, jangan mengeluh kalau di Indonesia puasa 12 jam. Nohh lihaaat negara-negara Eropa bagian atas!


 Buka bersama dengan beberapa teman Muslim saya ini Turkey's dish banget

 Sup sayur, lagi Turkey's sty;ele. Jujur saya tidak terlalu suka. Eneg karena krimnya terlalu banyak

 Baklava. Saya juga sebenarnya tidak suka dengan pastry seperti ini. Menurut saya lidah saya berasa aneh setelah makan sesuatu macam Baklava atau Croissant..

Namun, bersyukurlah kalau Ramadhan tepat musim dingin atau Winter. Jeda Subuh dan Magrib cuma 5 sampai 7 jam. Jadi kalau misal punya hutang puasa bayarnya pas Winter aja gaes (sesat 😁).
Apapun itu kita harus bersyukur deh tinggal di Indonesia jarak antara pagi dan malam seimbang. Saya shock berat waktu itu gara-gara musim dan waktu yang beda dan tidak masuk akal.
Pas Auntumn dan Winter waktu  akan lebih lambat satu jam dibanding pas Summer dan Spring. Jadi gini nih, selisih waktu Indonesia dan Estonia waktu Spring dan Summer lebih cepat Indonesia 3 jam tapi kalau pas lagi Auntumn dan Winter akan 4 jam lebih cepat waktu Indonesia.

Tips puasa 20 jam...
Banyakin makan buah-buahan segar, jus, air putih, makan jangan kenyang-kenyang, 2 sendok madu sebelum sahur.
Wajib sahur!
Habis berbuka puasa Sholat Magrib, lalu Isya dan Tarawih

Menu buka puasa hari pertama

Don't!
Minuman berkarbonasi dan soda
Tidur! Tamatlah kalau tidur nanti bisa melewatkan sahur! Jadi jam tidurnya diganti mulai pukul 7 sampai pukul 10 malam. Masaknya pas jam 4 atau jam 5 sore gitu.



Strawberry adalah buah favrite saya. Semua berries saya suka ding 😁😁 
Saya memang paling suka dengan buah yang rasanya masam. Strawberry di Estonia gede-gede saya puas banget. 7Euro bisa dapat sekresek gede.

 Jus buah ini membantu saya tetap fit selama bulan Ramdhan. Kebutuhan vitamin kita jadi terlengkapi

Makanan dan minuman... 
Urusan makan ini yang menurut saya repot. Karena saya seorang Muslim saya tidak bisa makan sembarangan. Sebisa mungkin saya menghindari segala sesuatu makanan yang tidak diolah secara halal, pork dan alkohol. Mau tidak mau saya harus masak sendiri (sekalian berhemat dan diet hahahaha). Saya ganti semua olahan yang mengandung daging ayam atau daging sapi dengan seafood.

 Kadang sarapannya seperti ini. French toast saya isi dengan sosis

 Nasi goreng seafood+jamur kreasi Ria Dhea. Honestly, saya paling tidak suka nasi goreng buatan diri sendiri. Dimana-mana nasi goreng itu enaknya beli. Soalnya banyak micinnya 😂

 Kalau ini pas hari raya dul Adha di rumah Mbak Diini. Habis pulang sholat Ied kita pesta sendiri. Mbak Dian rela bikin sate ayam demi kita. Makasih mbak-mbak 😏

 Ini merayakan Idul Adha. Tuh Mbak Dian niat banget bikin lontong wkakakaka. Kita makan gini aja bersyukur banget

 Kalau ini saya lupa ada acara apa. Pokoknya tiap kali saya main ke tempat Mbaj Diini selalu aja makan-makan. Kali ini ada ayam goreng, lalapan (tanpa daun kemangi yang pasti). terus ada spring roll, tetep yaaa sate

FYI, di Tallinn untuk membeli daging halal masih lumayan susah. Kita harus pergi ke masjid atau pergi ke toko halal Turki yang letaknya jauh dari kota. Saya tidak sempat kalau setiap seminggu sekali harus pergi ke toko halal Turki. Beli di masjid pun tidak bisa diandalkan, terkadang pemilik toko daging halal sedang tidak ada di masjid. Ketika saya beruntung, saya bisa menemukan daging ayam halal di supermarket dekat kampus. 1 bungkus beratnya sekitar 3kg sampai 5kg daging ayam yang telah dikemas dan kebanyakan adalah paha atas dan paha ayam super gede yang belum dipotongi kecil-kecil. Hufft banget deh mau makan enak selalu ada aja dramanya hahahaha. Jujur saya tidak sanggup menghabiskan ayam super gede itu dalam sehari.

 Saya lagi pengen banget makan kimbap. Akhirnya saya bikin kimbab palsu macam ini. Yang penting halal deh 😊


 Pernah juga bikin bubur ayam gara-gara habisin stok abon ayam yang tinggal dikit.

 Kadang bikin Indomie, tapi saya kasih sayur dan dumpling. Dumplingnya itu dumpling vegetarian. Jadi, isinya sayur (Ini sungguh dosa! Makan segini banyaknya dan saya habis!)
 Salah satu varian Indomie yang di jual di Estonia

 Kadang kalau malas masak cuma bikin oatmeal. Praktis tinggal siram air panas, kasih susu, trs kasih selai stroberi favorit

Dengan berbekal ilmu dari emak tersayang saya (untung dulu emak saya sering nyuruh-nyuruh saya bantuin di dapur. Kagak kaget lagi sudah. I love you Ibuk 😙😗💓) saya ungkep deh daging ayam jumbo itu. Saya biasa beli yang 5kg karena yang 3kg sering kosong. Daging ayam 5kg yang sudah saya ungkep saya taruh di frezzer cukup utuk 2 sampai 3 minggu ke depan (Alhamdulillah saya tidak keracunan hampir satu bulan lho itu hahaha). Kalau bosan makan daging ayam saya ganti dengan seafood, telur, jamur, tofu (yang menurut saya rasanya tidak enak, keras gitu), sayur yang selalu ada dalam menu harian saya.


 Hasil kreasi sup kentang + bakwan jamur
Hasil kreasi Fu Yung Hai Jamur ala ala 


 Kaalau ini jajan di cafetaria. Sok-sokan doyan pada akhirnya menyisakan salad itu hiks. Berasa dosa banget! Buang-buang uang 😢

 Kalau ini pancake Nutella. Sebelah kanan saus itu ikan hering, roti hitam (lupa namanya) plus telur rebus (ini tidak recommended banget. Rasanya tidak karua-karuan). Tapi pancakenya enak banget! Belinya juga pas di cafetaria

Namun, terkadang saya juga jajan. Bismillah, kalau jajan nasi goreng saya selalu memilih seafood. Wallahualam masaknya gimana. Atau jajan kebab di toko Turki di kota yang jelas halalnya. Favorit saya jajan pie, kangen banget makan pie disana. Saya paling suka isiannya telur dan salmon gak nanya. Terus saya juga suka pizza. Crazy benar! Saya bisa menghabiskan 1 pan pizza ukuran besar pas winter sendirian! Saya selalu memesan pizza hawaian atau brazilian which is isiannya nanas dan seafood.
Jujur kalau untuk masalah makanan disana Alhamdulillah saya gak rewel (beda banget kalau pas di Indonesia).

 Ini cake kesukaan saya. Saya tidak suka sesuatu yang manis. Tapi cake ini tidak terlalu manis ada rasa asam dari buah rasberry. Cake ini belinya di cafetaria kampus. Cukup mahal ssih sekitar 1Euro. Mungkin kalau saya tdak dapat beasiswa saya mikir-mikir dulu mau beli ini hehehehe.


 Di Indonesia pingin nasi kuning beli aja. Kalau pas di Tallinn pingin nasi kuning? Ya bikin sendiri. Mana ada orang jualan nasi kuning seperti ini. Nasi kuning seperti ini mewah banget. Ini nasi kuning komplit. Ada mie goreng, perkedel, sambal goreng tempe dan tahu, ayam balado. Btw tempenya import dari Helsinki bwakakaka

Kalau minuman sih saya tidak suka minuman soda, jadi saya tidak pernah mencoba minuman soda. Eh pernah ding, tidak sengaja beli air mineral yang berkarbonasi, waktu itu saya tidak pernah tahu jika ada air mineral yang berkarbonasi, baru tahu ya pas di Tallinn itu.
Saya terbiasa minum air putih atau teh dengan madu atau lemn atau jus. Selama 10 bulan di Tallinn, Alhamdulillah saya tidak pernah minum alkohol. Saya ingat dalam Al Qur'an telah diperingatkan jika satu tetes khamar akan membawa kita ke dalam panasnya api neraka. Cieee.


 Ini ada Cap Cay full banget dah. Karena ini adalah hari terakhir saya di Tallinn, jadi saya menghabiskan isi kulkas saya. Isian Cap Caynya bervarian ada tofu, sosis (belinya di toko halal Turki, endes banget dah sosinya), jamur.

Apalagi ya...
Untuk masalah toilet saya selalu sedia tisu basah, botol air mineral kecil, dan sabun cair kemanapun saya pergi. Jujur saya tipe orang yang jijik melihat sesuatu yang jorok. Saya selalu lap dudukan WC sebelum saya pakai.
Mukena juga selalu saya bawa kemanapun saya pergi. Ada yang unik nih, ternyata tidak semua negara memakai mukena saat sholat. Saya pernah melihat orang Rusia sholat memakai rok selutut, kaos kaki panjang, baju panjang, bahkan ada teman saya dari Afrika yang sholat pakai dress dengan potongan lengan yang minim. Ada juga teman saya yang pakai celana jeans kaos oblong dan krudung ala kadarnya. Namun, mostly teman saya yang dari Turki mereka memakai jubah atau dress mereka. Waktu mereka tahu saya punya mukena mereka cukup terkesan.
Kalau untuk urusan wudhu, saya biasanya wudhu di wastefel toilet perpus, walaupun tempatnya super kecil hehehehe.

Tidak semua kenangan itu indah. Namun, beberapa kenangan yang menyakitkan justru menjadi pembelajaran kita ke depannya. Saya tidak menyesali hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup saya. Pengalaman buruk selalu menjadi media pembelajaran bagi saya untuk berhati-hati dalam melangkah dan menyikapi. Disaat itulah kedewasaan saya diukur.

With love,
Ria Dhea

Senin, 05 Juni 2017

News Letter Interweave 2017 Erasmus+ [Ada Ria Dhea!]

Tidak menyangka sama sekali kalau ada artikel saya di New Letter nya Interweave Erasmus+ beberapa waktu yang lalu. Iya narsis pasti dong! 😎😎😎
Jadi, tanggal 2 Desember 2016 seperti biasa panitia Interweave e-mail ke para grantees. Isi email itu adalah meminta para grantees untuk sharing pengalaman seputar Winter di host country. Hasilnya nanti akan dibuat booklet untuk ditampilkan di website Interwevae terbaru. Saya ya yang dasarnya memang suka salju langsung semangat bikin. Saya bikin pengalaman yang berkesan bagi saya pas pertama kali lihat salju.
Saya bersyukur sekali bisa merasakan salju tebal dan bermain perang salju dan bikin boneka salju. Rasanya susah sekali melupakan pengalaman pertama kali memegang salju. Maklum ya selama 25 tahun saya hidup di negara tropis nan panas. Hanya ada dua musim, panas kalau enggak hujan.

Nah pengumuman booklet tersebut telah di upload adalah tanggal 3 Maret 2017. Taraaaa! Tertampanglah artikel saya bersama foto narsis saya memakai coat kesayangan di Old Town dan foto cantik dengan boneka salju yang saya buat bersama teman-teman saya. Website Interweave dapat dibuka di sini! (Penting: Lihat halaman 6 😂😂😂)

 Dengan coat favorit saya masih langsing
Tengah-tengah pas sekali ya eheemm


Best wishes,
Ria Dhea

Trip to Oslo, Norway [Bagian 2-end]




Transport di Oslo lumayan menguras kantong seperti yang saya tulis sebelumnya saya dan teman saya berjalan menuju lokasi pertama yaitu sepanjang Old Town di Oslo. Suana Natal sudah tampak di Oslo. Old Town sudah dihiasi dengan lampu-lampu dan hiasan natal. Menarik dan sangat cantik. Toko-toko disepanjang Old Town sudah mulai penuh pernak-pernik Natal. Btw saya paling suka toko-toko yang ada di negara Eropa mereka itu menata tokonya sedemikian rupa jadi terlihat menggoda untuk didatangi alias menggoda untuk dilihat lalu dibeli.

Oslo transportation
 Oslo Port
Lanjut...
Menuju Royal Palace, Oslo. Berhubung November sudah masuk Winter, jadi taman sekitar Royal Palace sangat gersang dan sedikit butiran salju di sektar Royal Palace. Kami sangat beruntung saat itu karena ada upacara pergantian penjaga. Penjaga di Royal Palace ini tanpa ekspresi 😁😁. Tidak pernah senyum atau bisik-bisik penasaran berapa ya gaji mereka tidak terlihat kedinginan sama sekali tuh mereka

Salah satu tourist attaraction, pergantian penjaga setiap 3 atau 5 jam sekali gitu.

 
 Tuh kan mereka itu bahkan gak gerak sama sekali. Saya sempat mikir kalau pas ngupil gimana ya



Kita pergi ke Frogner Park atau Vigeland (sculpture) Park juga, sekali lagi tidak rekomended pergi ke Oslo ketika Winter (kecuali kalau ke Fjord loh ya atau hanya sekedar penasaran seperti apa salju itu. Selain itu lupakan 😆😆). Karena menurut saya tidak ada apa-apa di taman ini. Yah macam semua daunnya dan yang ijo-ijo merangas. Sayang sekali waktu kami pergi ke Oslo banyak sekali obyek wisata yang underconstruction dan dengan waktu kami yang terbatas kami hanya berputar-putar di Old Town. Padahal ada tempat yang ingin saya kunjungi yaitu Opera House. Hampah deh ya  
Kecewa teralu mendalam, kami masuk deh ke toko sovenir yang ada di Old Town juga. Sayang sekali penjualnya tidak memperbolehkan kami mengambil foto.

Serpihan salju yang menyambut kami di Frogner Park
  Sculpture yang ada di Vigeland Park

Sculpture ini bentuknya wanita, laki-laki dan anak-anak yang ditumpuk-tumpuk. Untuk Informasi mengenai ini silahkan klik disini




Beberapa tempat yang sedang underconstruction

Daerah seperti Scandinavia atau Balitic suasana Natalnya sangat kental, yang menjadi favorit saya adalah Chistmas Marketnya. Karena tiap negara di daerah Scandinavia atau Baltic punya ciri khas sendiri. Mulai dari makanan khasnya sampai hiasannya.

Chirstmas in ld Town, Oslo


City Hall, Oslo






Selama 25 tahun saya tinggal di negara tropis dan tidak pernah merasakan bagaimana hidup di negara 4 musim. Saya tidak terbiasa memakai sarung tangan ketika keluar rumah. Nah berhubung di Norway ini dingin seru, dan saya tidak pakai sarung tangan inilah hasilya. Tangan kering, saking keringnya sampai terkelupas dan perih sekali.Baru kerasa pas masuk dalam ruangan.
Btw saking dinginnya saya dan teman saya memtusukan ngopi syantek di cafe. Kopinya alamak!!! Mahal seru!!! Saya mencari harga kopi termurah. Jujur saja selama saya tinggal di Indonesia saya cuma minum kopi kemasan yang murah seperti Goodday gitu. Nah akhirnya saya memesan secangkir Espresso pemirsah kalau di Euro kan sekitar 2.5 Euro. Dengan polosnya atau saya yang ndeso saya bersumpah tidak akan beli Espresso lagi! Pahitnya minta ampun. Pantesan waktu itu teman saya bilang "Yakin kamu beli Espresso?" Sial benar-benar jebakan Betmen!
 


Kami menginap di hostel Anker 450 NOK (mata uang ) untuk dua orang, dengan fasilitas 4 female bed dengan private bathroom dan sarapan. Jadi enak deh gak perlu shared bathroom dengan para penghuni hostel yang lain. Dan waktu itu satu kamar hanya ada saya dan teman saya.



Nah seharianan sudah perjalanan kami di Oslo. Kita berangkat subuh ke Oslo Central Station lagi lalu menuju ke bandara. Berharap suatu hari ke Norway lagi. See you again, Norway!!!

Best wishes,
Ria Dhea

Jumat, 02 Juni 2017

Pindah Apartemen ke Tedre

Beberapa bulan saya tinggal di Academic Hostel. Karena selama 2 bulan saya belum mendapatkan roomate pihak hostel memberitahukan saya untuk mencari roomate atau saya membayar dobel untuk bulan berikutnya. Akhirnya saya mencari roomate lewat facebook, sebenarnya yang ingin saya tanyakan kenapa ya kok harus saya yang harus cari roomate seharusnya sih pihak hostel yang mencarikan ya. Untungnya saat itu saya menemukan roomate yang berasal dari Mesir.

Awalnya sih...
Saya biasa saja sama roomate saya toh kita juga sesama muslim. Jadi gak masalah. Keanehan kemudian datang... Jeng jeng jeng...
Sumpah saya baru tahu ada orang sejorok dia! OMG cobaan apalagi Tuhan!!! Pakaian dalam tersebar dimana-mana, kopi, soda, teh beberapa minggu tidak dicuci sehingga menyebabkan jamur, sampah berserakan, bekas makanan berhari-hari yang tidak dibuang sehingga menimbulkan parfum alami bau sampah, makanan basi di dalam kulkas yang sudah expired, kadang dia merokok (padahal sudah ada peringatan kalau di dalam hostel tidak boleh merokok), dan yang paling parah kalau tidur dia tidak pernah pakai baju even pakaian dalam! Jujur ini pertamakali bagi saya dan itu sangat MENGERIKAN!!!
Bahkan kotoran hidung ditempelkan di tembok kamar. Yuuucksss!!! Jadi lady roomnya (tukang bersih-bersihnya) marah-marah dan dia billang ke saya, saya harus melaporkan ini segera ke pihak Hostel.

Di gelas warna putih itu sudah berjamur karena gak pernah dicuci



Sebelum saya lapor saya sudah peringatkan ke dia. Tiga kali sudah saya tegur sesuai sunnah Rasul dia secara baik-baik. Baik secara lisan atau lewat tertulis, tapi tidak ada itikad baik dari dia tetep aja jorok. Akhirnya saya marah ke dia tapi tetep deh kelakuannya kayak gitu. Bebal banget deh serasa  hidup bareng babi atau semacam tinggal bareng tong sampah. Soalnya baunya itu loh gaes mana tahan! 😭😭😭. Bahkan ada dua orang teman sekelas saya dan mereka juga penghuni hostel ini bilang "How you can live with the sh*t things, Ria! You should do something by the way! If I were you I will crazy and throw away that sh*t. Your roommate is f**king crazy" (Ini bule lho gaes yang ngomong. Bule aja bilang gitu apalagi eike yah!)
Akhirnya saya bilang ke pihak Hostel. Mungkin pihak hostel memperingatkan dia kali ya atau gimana saya kurang tahu. Dia sedikit berbenah. Beberapa hari kemudian kumat lagi (masih hitungan hari pulak 😭). Rusuh ya Tuhan!


Ini baru dibersihkan katanya

Tinggal di Academic Hostel sebenarnya tidak terlalu buruk, hanya saja saya pernah mendapatkan perlakuan yang menurut saya kurang adil. Beberapa minggu setelah kejadian itu pihak hostel email saya. Mereka bilang saya disuruh pindah ke single room dimana biaya sewanya 420 euro. Alasannya karena aktivitas ibadah saya menganggu teman sekamar saya. WHAT?! Saya ya gak terima dong wong saya aja kalau ibadah gak teriak-teriak. Ya kale kalau ibadah saya menganggu seluruh penghuni hostel! Padahal kalau teman-teman saya party saya tidak pernah protes padahal mereka kalau party musiknya itu bikin gak bisa tidur (saya pengalaman tuh padahal besoknya itu saya ujian!)
Bukannya seudzon ya tapi kalau dipikir-pikir bagaimana pihak hostel tau kalau saya pagi-pagi sholat subuh. Mungkin roomate saya yang bilang ya dan mungkin dia jengkel ke saya karena sering saya peringatkan we live together in this room. So, please, take a care your belonging and please throw away your trash. Bisa dibayangkan bagaimana ibadah sholat itu disebut menganggu dan menimbulkan suara berisik (dia hidup di Mesir dan Muslim seharusnya dia tahu kebiasaan ibadah orang Muslim itu seperti apa, bukannya mengkoreksi karena soalnya ibadah itu urusan dia dan Tuhan tapi maaf yang saya tahu dia ibadah sekali atau bahkan tidak pernah). Saya sholat gak pakai toa  (speaker) seperti di masjid. Masak iye saya ganggu. Padahal kalau saya wudhu jalannya itu pelan-pelan takutnya temen sekamar saya ganggu. Udah selesai sholat subuh saya tidur, sudah gitu aja baru jam 8 pagi saya bangun lagi terus mandi berangkat ngampus.

Sampah dan Pakaian Entah itu Kotor atau Bersih Jadi Satu

Saya email pihak hostel karena tersinggung ya, saya bilang, Tolong jangan melibatkan alasan kebiasaan ibadah saya. Saya ibadah bukan party yang menyalakan musik kencang atau berteriak-terik. Karena hal ini membuat bisnis anda nyaman saya akan pindah segera.
Daripada saya terus di baperin sama pihak hostel dan teman saya saya akhirnya memtuskan pindah. Gak urus ambek kown!
 Di Kolong Meja Itu Masih Banyak Sampahnya dan "Women Things"

Saya mencari-mencari apartemen yang dekat dengan kampus dan bus stop dengan dibantu teman saya yang berasal dari Indonesia. FYI karena teman Indonesia saya ini sedang fliriting dengan tetangga apartemennya jadi dia tidak mau saya ajak cari apartemen baru 😔😔 . Saya mencari apartemen yang kira-kira tidak ada biaya untuk broker apartemen sebab itu yang biasanya yang menyebabkan mahal. Mereka biasanya minta 20 sampai 50% dari harga sewa sebagai fee mereka belum ditambah deposit dan uang apartemen harus dibayar dimuka. Bayangkan berapa euro saya harus bayar. Padahal saya belum melakukan ritual Euro Trip 😵😵.

Akhirnya...
Teman saya menemukan apartemen di Tedre shared apartemen sih tapi sekamar sendiri. Harganya waktu itu 140 Euro kalau pas lagi Winter bisa sampai 300 Euro. Itu termasuk murah sih dibanding saya tinggal di Academic Hostel. Jarak dari apartemen ke arah kota bus stopnya cuma 2 menit. Kalau pingin ke kampus jalan dulu ke bus stop sekitar 5 menit lalu naik Trolley nomer 3 sekitar 10 menit. Cukup dekat. Udah gitu ada ibuk-ibuk yang bersihkan 1 minggu sekali. Jadi bersih banget! Yang paling menyenangkan adalah teman-teman saya tidak suka party jadi saya tidak perlu baperan kalau pas lagi ujian dan disebelah apartemenada SUPERMARKET favorit saya karena MURAH! Namanya MAXIMA itu murah banget dibandingkan Prisma atau Rimi atau Selver.
Pemilik apartemennya juga baik banget! Pemilik apartemen bilang kalau ada 2 orang yang tinggal disitu dan dia bilang teman-teman se-apartemen saya orangnya baik dan bersihan. Sedangkan yang satunya jarang pulang ke apartemen karena dia tinggal di luar kota. Intinya saya cuma tinggal berdua karena yang satunya jarang pulang.
Fasilitas apartemen standart ya ada tempat tidur, lemari, meja belajar, heater, shared kamar mandi (untung cuma bertiga), mesin cuci (ini yang saya suka karena gak perlu pakai koin), kulkas, dapur, wifi, living room (walaupun gak pernah ke pakai sih).

 Spot foto favorit saya. Foto ini adalah pemandangan dari kamar saya saat salju. Cantik banget dah. Maklum saya orang udik yang belum pernah lihat salju sebelumnya. Ini saya ambil dari sisi kanan.
 Spot foto favorit saya. Foto ini adalah pemandangan dari kamar saya saat salju. Cantik banget dah. Maklum saya orang udik yang belum pernah lihat salju sebelumnya. Ini saya ambil dari sisi kiri
 Beberapa sovenir boneka beberapa negara yang pernah saya kunjungi, tolong abaikan botol selai nuttela saya yang selalu kalap karena diskon. Btw, di eropa sini kadang Nutella diskonnya sering banget. Botol besar Nutella cuma 2.8 euro sampai 3 euro kalau pas prom. Bayangkan kalau di Indonesia itu berapa. Jujur nih selama saya di Indonesia tidak pernah yang namanya makan Nutella karena mahal. Sampai di Eropa saya selalu menstok Nutella, hasilnya berat badan saya naik 10 kilo pemirsah! 😯😯 dan susah untuk turun lagi 😢😢
 Ini workspace saya. Sedikit berantakan sih karena waktu itu saya sedang mengerjakan tesis maha dahsyat.
t
 Ini spot favorit saya berikutnya. Kasur!!! Saya cinta sekali dengan selimut saya. Menyesal sih kenapa dulu tidak saya pulang atau saya poskan. Soalnya anget banget dan lembut. Dalemnya bulu angsa lagi. Ughhh nyaman. Cuma 20 euro apa ya. Worth it banget dah! Coba kalau di Indonesia bisa berapa ratus-ratus ribu tuh. Saya belinya di JYSK dimana itu toko favorit saya karena murah-murah. JYSK itu kebanyakan adalah produk buatan negara Baltic jadi termasuk murah dibanding Ikea which is punya Sweden.
 Disini saya menyimpan bahan-bahan makanan dan alat makan. Terus biasanya saya jemur pakaian disini juga karena menurut saya cepet kering dibanding jemur diluar. Karena dekat dengan heater.
 Jendela kamar saya saat malam

Best wishes,
Ria Dhea