Senin, 21 Mei 2018

Jalan-jalan ke Seoul, Korea Selatan Hari ke-1 dan ke-2

Anyonghaseyo...

Tanggal 13 Januari 2018 saya melakukan travelling selama 8 hari 7 malam di Seoul, Korea Selatan. Ini adalah kunjungan kedua saya  ke Seoul. Sebelumnya tahun 2016 lalu saya mengunjungi Seoul. Bedanya tahun 2016 saya menggunakan jasa travel, kalau kunjungan kedua ini saya jalan sendiri bersama dengan 2 orang teman saya. Saya akan membuat ulasan perbedaan travelling jasa travel vs jalan sendiri as soon as possible hehehehe (masih ada PR trip ke Tallin part-2 belum selesai 😅).

Saya membuat itinerary lengkap sendiri dan diskusi juga dengan teman saya. Walaupun ada beberapa itinerary yang kami skip, karena yaaah ada satu yang agak rewel hehehehe. Saya mendapat tiket hampir satu tahun yang lalu pas event Garuda Travel Fair. Penerbangan dari Surabaya ke Incheon dengan harga 4,8 juta pp satu kali transit di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.full services seperti Garuda. Jadi, saya menyarankan kalau misal ada promo maskapai full services pilih saja maskapai tersebut.

Enaknya Maskapai Full Services


Menurut saya dengan harga segitu termasuk murah dibanding waktu pertama kali saya ke Seoul memakai Air Asia harga itu belum termasuk bagasi Surabaya-Incheon, Incheon-Surabaya apalagi enggak

Hari ke-1

Pukul 08.30 kami sampai Incheon. Sesampai di Incheon kita ke toilet dulu cuci muka, gosok gigi, morning routine lah yah. Setelah itu kami menuju tempat sewa Wi-Fi router. Kami dapat promo diskon sewa Wi-Fi pocket di Wide Mobile lewat situs Seoul Travel Pass. Di situs ini teman-teman bisa mendapatkan diskon tidak hanya sewa Wi-Fi tetapi ada kupon belanja, makan, museum dan lain-lain. Kami sewa Wi-Fi untuk 8 hari totalnya 27.500 ₩ bisa dipakai maksimal 5 orang dan unlimited. Wi-Fi  pocketnya tahan selama 6-7 jam. Kalau dipakai bersama-sama sangat menghemat budget. Jangan kuatir kecepatan Wi-Fi pocket ini super cepat. Karena saya sewanya enggak on the spot jadi saya tidak perlu deposit, dan lagi harganya jauh lebih murah dibanding kalau sewa di tempat.

Kemudian, kami membeli Seoul T-Money which is kartu ini digunakan untuk transportasi kita selama di Seoul. Kartunya sendiri bisa beli di convinient store Incheon atau mesin kartu T-Money harganya 4.000 ₩. Top-up nya di mesin top up T-money atau di convinient store. Selama 8 hari saya top up sebesar 50.000 ₩. Itupun selama 8 hari masih sisa sekitar 20.000 ₩.

Masalah transportasi beres, lalu kita menuju ke hostel. Kami menginap di daerah Hongdae. Kami menginap di BoA Hostel. BoA Hostel ini lokasinya sangat strategis dekat sekali dengan exit subway Hongik University line 4 dan lagi muslim friendly. Kamarnya sangat nyaman, kasurnya besar, kamar mandi dalam, dapur, dan ada cafe halalnya. Sayangnya mereka tidak menyediakan free breakfeast. Pemesanan harus segera dilakukan ya karena hostel ini favorit sekali di Tripadvisor.





Karena hostel kami dekat dengan Hongdae, destinasi pertama kita adalah Hongdae Street. Sekalian makan siang di ddakgalbi Yoogane branch Hongdae. Menunya ayam bumbu merah ala drama gitu. Ada juga yang menunya seafood. Saya sudah pernah merasakan di Myeongdong ternyata menurut saya di Myeongdong lebih enak dibanding di Hongdae. Cabang Yoogane di Myeongdong lebih besar dibanding di Hongdae. Side dish seperti kimchi kalau di Myeongdong bisa ambil sendiri, kalau di Hongdae kita diambilin sama waitress-nya. Harganya juga lumayan murah kalau dibuat makan bertiga 12.000₩. Porsinya buanyak banget.





Yoogane-Hongdae Branch

Jalanan sekitar Hongdae


Setelah kenyang kami mengelilingi Hongdae. Lokasi Hongdae banyak banget anak mudanya dibanding pas waktu saya di Myeongdong. Mungkin karena letaknya yang dekat universitas. Fashionnya pokoknya anak muda banget. Street food-nya juga lebih murah dibandingkan di Myeongdong yang memang tourist landmark-nya. Kalau di Myeongdong eomuk 2.000₩ per tusuk, di Hongdae kalian bisa mendapatkan harga 1.000₩ per tusuk dan lebih besar dibanding di Myeongdong. Ada juga taikiyaki atau kue ikan isi 6 buah kecil-kecil harganya 2.000₩. Isinya ada coklat dan kacang merah. Saya sih suka banget isi kacang merah karena lebih enak. Tidak hanya fashion dan street food di Hongdae kalian juga bisa menemukan toko skin care. Bagi pecinta stationary kunjungi Art Box. Ini adalah toko stationary favorite saya walaupun harganya lumayan mahal dibanding Daiso.





Dari Hongdae, kita pergi ke Lotte Dutty Free daerah Myeongdong. Gilak sumpah! Turis-turis dari China, Taiwan dan Jepang mereka kalau belanja bawanya koper super gede. Isinya apalagi kalau bukan kosmetik. Bahkan pegawainya Lotte menguasai bahasa China, Jepang dan Inggris. Mostly, mereka kalau diajak bahasa Inggris sedikit kurang lancar. Belanja kosmetik di Lotte Dutty Free memang worth it, tapi sayangnya kita harus belinya banyak. Kalau belinya cuman 1 jatuhnya akan mahal dibanding kalau belanja di Myeongdong atau di Hongdae. Pensil alis Innisfree kalau beli 5 sekaligus harganya hanya 13$. Oiya di Lotte ini harganya berupa Dollar dan Won. Kalap deh pokoknya disini. Nature Republic 92% Aloevera (yang lagi hits nih...) harganya sekitar 40.000 IDR per jar kalau belinya 6 sekaligus tinggal kalikan aja. Nah enggak gila tuh, kalau di Indonesia di toko online bisa kena 115.000-140.000 IDR. Kalau punya kartu mending transaksi pakai kartu, saya pakai kartu debit CIMB Niaga, ratenya jauh lebih murah dibanding rate di money charger. Tapi ya itu 😅, hati-hati enggak kerasa tau-tau abis aja saldonya 😆😆. Namanya jugak wanitah ya.
Setelah kami belanja kosmetik, kami pergi ke supermarket Lotte tuh. Saya kan ngidam bangets ya yang namanya Yuja Cha alias teh citron Korea. Saya sampai kalap beli 2 botol gede harganya 3.5$ pas itu ada diskon 50% dari harga 7$. Ini yang bikin berat koper saya 😓. Emang enak bangets dan seger gitu. Bisa juga dibuat selai. Selain itu belanja oleh-oleh di Lotte juga rata-rata lebih murah.
Sekitar jam 9 malem kita akhirnya kita memtuskan pulang. Makan malam kami adalah mie instan dan beberapa lauk yang kami bawa dari Surabaya.


Hari ke-2
Hari dimana kita kesiangan hahahaha. Kita jalan mulai pukul 08.00 pagi waktu setempat. Sarapan di GS25 dekat hostel. Menunya saya beli kimbap dan banana milk. Alhamdulilllah kenyang bingits.  Anyway, kimbapnya ada yang isi seafood. Rencananya kita mau ke Mount Seorak, tapi berhubung kami kesiangan kami memutuskan mengganti destinasi ke Gwanjang Market, Gangnam Underground market dan Namsan Tower.

Gwanjang market itu pasar yang intinya tempat belanja juga. Jadi Gwanjang ini tidak hanya makanan tapi juga ada skincare store gitu. Intinya di Korea Selatan itu dimana-mana ada toko skincare deh walaupun di pasar. Cuco meong bagi wanitah. Ada juga jual street food ugghh enak bangets. Harga Eomuk disini cuma 500₩ ya tapi ukurannya lebih kecil dibanding Hongdae. Kalau saya sih belum ada yang mengalahkan Eomuk di Hongdae 😝😝. Kami beli oleh-oleh disini (lagi, saya paling males beli oleh-oleh wkakaakka apalagi titipan orang-orang yang rempong alias banyak maunya 😞). Pusing! Jadi saya salut banget sama JasTip online gitu. Kalau saya orangnya mah gak sabaran suka gemes sama yang rewel kalau nitip.

Gangnam Underground Market adalah destinasi belanja favorit saya dan teman saya waktu kunjungan pertama dulu ke Seoul. Disini kita bisa menadapatkan baju, aksesoris, kaos kaki, sepatu syal dan lain-lain dengan harga murah dibanding tempat belanja lain. Selain itu modelnya juga sedang in. Di Gangnam Underground Market juga menjual perlengkapan musim dingin, seperti coat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Saya kemarin mendapat harga 29.000₩ dengan bahan fleece dan tebal. Manteb deh pokoknya. Rata-rata harga coat disini 25.000₩-60.000₩. Tergantung bahan dan modelnya. Untuk sweater dari harga 9.000₩-20.000₩. Di Myeongdong kita tidak bisa mendapat harga segini hehehe. Sebenarnya ada lagi sih Underground market di Intercity Bus. Cuma saya belum pernah kesana.
Berhubung lagi, random friend saya capek dan masuk angin kami memutuskan menunda ke Namsan Tower. Langsung makan malam di Insadong vegetarian restaurant. Oh Se Ge Hyang atau bahasa Inggrisnya Happy Cow. Lokasinya di Insadong. Tidak terlalu jauh dari Gangnam. Sekitar 25 menit. Sialnya waktu itu bertepatan dengan orang pulang kerja jadi subway sangat ramai dan berdesak-desakan. Oh Se Ge Hyang menurut saya enak bangets. Menu favorit saya adalah sundubu jigae vegetarian. Tofunya benar-benar lembut dan menggoyang lidah. Terus supnya juga enak bangets. Nasinya warna ungu jadi ini kayaknya sih berasnya dicampur dengan biji-bijian gitu.
Puas laaah. Harganya pun juga 11-12 dengan Yoogane. Kalau dimakan rame-rame jatuhnya emang lebih murah. Tapi kalau sendirian mahal uga. Karena makan tempat makan Korea Selatan itu selalu ada side dishnya yang sebajek alias banyak banget.











Kemudian, saya dan F mengantar teman ke hostel karena masuk angin kita memutuskan untuk memulangkan dia dulu lalu saya dan F melanjutkan ke Dongdaemun mencari sweater dan mampir ke Migliore. Rencananya kita mau naik Subway tapi berhubung yang sakit akhirnya kita naik taksi. Setelah mengantar teman yang masuk angin tadi, saya dan teman saya menuju ke Dongdaemun. Tentu saja kita pakai Subway 😁 karena penghematan.

Ini kopi kesukaan say karena harganya lumayan terjangkau. Saya baca dibeberapa website dan says lihat di YouTube Paik Coffee ini termasuk murah dibanding not dengan beberapa merek kopi yang lain. Lumayan lah harganya seingat says sekitar 3.000-3.500₩. Bisa ditemukan dibeberapa underground station gitu.

Penampakan Oh See G Hyang. Yap jadi restorannya itu emang nyempil banget.
Setiap hari Senin, Migliore tutup ya teman-
teman. Jadi, pas waktu kita kesana zonk, karena Migliore tutup. Akhirnya kita ke Doota Mall yang memang buka sampai subuh cuma yang bagian Dutty Free kayak  gitu tutupnya jam 11 malam. Oiya Line Store di Dotta ini lebih murah dibandingkan di Myeongdong atau di Hongdae lho. Namun, saya kurang tahu ya kalau di Itaewon gimana. Karena waktu di Itaewon saya males mampir, masuknya aja butuh perjuangan, antriannya itu lho menggila. Tentu saja baik kalau belanja di Dotta Mall Tax refund ya. Lebih murah deh pokonya.
Terus setelah kita ke Line Store Dotta kita jalan-jalan biasa lah jajan street food sekitaran situ. Harganya sih tidak terlalu murah dari Hondae juga tidak terlalu mahal seperti di Myeongdong.

Hari ke-3...
Bersambung



Best wishes,
Ria Dhea







Selasa, 15 Mei 2018

Visa Korea Selatan

Hi!
Kali ini saya akan membahas mengenai pembuatan Visa Korea Selatan. Sebelumnya saya sudah menjelaskan jika ini kedua kalinya saya mengunjungi Negeri Gingseng. Pun dikunjungan kedua ini Visa Korea saya diuruskan oleh pihak travel, karena berbagai pertimbangan.
Saya dan teman saya tinggal jauh dari ibukota, dimana pembuatan Visa Korea Selatan harus dibuat di Embassy of South Korea yang ada di Jakarta. Biaya untuk single visa IDR 544rb (cek saja di websitenya disini), berlaku untuk 30 hari. Jasa pembuatan Visa Korea Selatan melalui travel IDR 650 ribu. Dibanding saya pergi ke Kedubes Korea Selatan saya mending menggunakan pembuatan visa via travel. Estimasi lebih dari IDR 500 ribu jika saya nekat berangkat sendiri. Itulah menjadi salah satu pertimbangan pihak saya. Hanya saja ya itu kita harus benar-benar jeli dan mencari tahu jasa travelnya itu terpercaya atau tidak.




Setelah saya menghubungi  pihak travel untuk menguruskan Visa Korea Selatan, pihak travel meminta untuk mempersiapkan beberapa dokumen seperti yang ada di halaman kedutaan Korea Selatan. Ini untuk single visa ya. Update 3 Maret 2018

Dokumen Persyaratan dan Susunan Dokumen

1. Formulir Aplikasi Visa (foto langsung ditempel pada kolom foto)
: Isi Formulir dengan lengkap
2. Paspor Asli dan Fotokopi Identitas Paspor (paspor lama jika ada)
: Jika sudah pernah mengunjungi Amerika atau Negara OECD lampirkan fotokopi visa Negara tersebut
3. Surat Keterangan Kerja atau Surat Keterangan Mahasiswa (Asli)
- Pelajar/Mahasiswa : Surat Keterangan Mahasiswa/pelajar dalam bahasa Inggris
- Karyawan  : Surat Keterangan Kerja dalam bahasa Inggris
- Wiraswasta : Fotokopi SIUP
4. Dokumen Keuangan
: Rekening Koran, Bukti Potong Laporan Pembayaran Pajak (SPT) atau Slip Gaji
- Pelajar/Mahasiswa wajib melampirkan Rekening Koran Orang Tua
- Ibu Rumah Tangga ataupun yang tidak bekerja dan tidak memiliki rekening koran pribadi, wajib melampirkan rekening Koran Suami/Istri.
5. Fotokopi Kartu Keluarga
Jika ada pengundang pribadi ataupun perusahaan pengundang, wajib melampirkan tambahan dokumen dibawah ini
6. Surat Undangan, Fotokopi SIUP Perusahaan Pengundang, Surat Jaminan, Fotokopi Identitas Pengundang
7. Tujuan dengan waktu tinggal lebih dari 90 hari, lampirkan Certificate of Health dari Rumah Sakit yang telah ditunjuk oleh Kedubes Korea.

* Tiket Pesawat dan reservasi tempat menginap bukan persyaratan dan tidak perlu dilampirkan
* Dokumen di atas wajib disusun sesuai urutan dan dijepret dengan rapi.
Sumber: Kedutaanbesar Korea Selatan

Visa akan diproses oleh kedutaan kurang lebih 14 hari kerja. Jika visa ditolak maka uang pembuatan visa tidak akan dikembalikan. Pastikan semua persyaratan lengkap dan sesuai apa yang dimita. Jangan dikurangi atau dilebihi. Baca baik-baik petunjuk pengisian formulir. Semoga berhasil! Selamat liburan! 😍😎

Best wishes,
Ria Dhea

NB: Kok pingin ke Korea Selatan lagi ya...

Jumat, 26 Januari 2018

Menjadi Partner Travelling yang Sepantasnya

Well, kali ini saya akan membahas mengenai menjadi partner traveller yang "baik". "Baik" disini dalam artian tidak merepotkan beberapa pihak yang sedang travelling bersama kita. Ini berdasarkan pengalaman saya. Sampai saat ini saya masih memiliki 2 partner terbaik selama saya travelling.

Repot memang jikalau kita kena zonk travelling bersama teman yang merepotkan. Saya paling tidak suka dengan partner yang suka mengeluh dan merasa seakan-akan dia paling "menderita".  Apalagi dikit-dikit nangis. Ughhh. Saya terbiasa membuat itinerary ketika travelling dengan jadwal yang padat. Supaya bisa mendatangi landmark yang banyak.

took by. Ria

Pengalaman saya beberapa waktu lalu kembali memberi saya pelajaraan. Kenali partner travelling kita kelak seperti apa kalau dia tipikal orang yang "rempong" buat perjanjian dari awal sehingga bisa membuat nyaman kita dan partner kita.
Beberapa waktu yang lalu, (kebetulan yang tidak saya inginkan) saya mendapat partner yang super menyebalkan.
Saya sudah berpesan kepada teman saya untuk setidaknya melakukan olahraga ringan. Minimal jalan cepat 15 menit. Kenapa saya menyarankan olahraga sebelum melakukan travelling? Berdasarkan pengalaman saya ketika kita terbiasa olahraga minimal 15 menit membuat tubuh kita semakin fit pas travelling apalagi jika sedang musim dingin atau medannya naik turun seperti di Korea Selatan, tidak hanya itu kita akan merasa terbiasa kalau istilah jawanya cak cek (sigap).

Sialnya, salah satu teman saya tidak menanggapi saran saya. Hasilnya sudah dipastikan jalan dikit udah mengeluh capek, lapar dan mau pingsan. Sudah gitu disuruh pulang sendirian duluan menuju hostel dgn taksi tidak mau 😤. Kudu dianter (macem princess dah). Dan yang paling menyebalkan kalau capek arau dingin nangis. Ugghh! Intinya saya kapok jalan dengan random friend. Enggak deh cukup sekali aja hehehehe.

Saya menyimpulkan sendiri, ternyata dengan travelling sebenarnya kita bisa tahu banget kepribadian seseorang. Kalau misal kita cuman tahu dia luarnya aja nah pas travelling ini kita jadi tahu luar dalam. Seperti kebiasaan sehari-hari.

Nah, dari sini juga ya jadilah partner yang baik ketika travelling bersama teman kita. Jangan sedikit-sedikit mengeluh capek atau kedinginan. Karena orang lain pun yang jalan dengan kita pasti merasakan hal yang sama. Sedikit-dikit nangis. NO!!! Yakin pada diri kita kalau kita itu pasti bisa. Kenali fisik kita, kalau misalnya lapar bilang dan kalau misalnya enggak kuat jalan silahkan pamit ke teman seperjalanan dan kembali ke penginapan untuk istirahat. Biasakan untuk tegas kepada diri sendiri.


Best wishes,
Ria

Rabu, 03 Januari 2018

Backpack vs Koper (Tips Travelling)

Kadang beberapa teman meminta pendapat saya, " Enaknya travelling pakai tas punggung atau koper ya?"
Kemudian saya selalu bertanya balik ke teman saya
"Mau pergi berapa lama?"
"Musimnya lagi musim apa"
"Stay di satu tempat atau pindah-pindah?"
Selain itu saya juga mengamati kebiasaan teman saya dia nyaman dengan hanya membawa satu barang dalam satu tempat atau tipikal rempong hehehehe.

Koper warna merah itu adalah hasil perkembangbiakan saya selama 10 bulan di Tallinn, Estonia. Isinya, bisa ditebak! Makanan oleh-oleh

Saya sendiri fleksibel orangnya. Saya bisa jalan dengan tipe teman cuek sekalipun atau rempong. Tapi kalau sedang travelling 5 sampai 7 hari sebenarnya lebih menyukai koper. Jujur kalau bawa tas punggung saya tidak bisa jalan cepat karena menambah beban di punggung saya. Beda kalau saya bawa koper, saya bisa jalan cepat bahkan lari-lari sambil menggelindingkan koper, seperti tidak ada beban gitu.

Saya pribadi menyukai travelling kalau di negara 4 musim, pergi pas sedang Auntumn atau Winter tapi sumpah itu dingin banget (sensasi itu yang paling tidak saya suka). Tapi saya hidup di negara tropis, jadi seneng aja pas lihat menguningnya daun mapple atau lihat salju. Ada gejolak tersendiri cieee. Saya kalau travelling jarang membawa baju banyak-banyak. Entah itu travelling pas sendang Summer, Spring, Auntumn atau Winter. Kalau perginya 5 hari saya hanya membawa 2 baju hangat 1 longjhon, 2 celana, 1 sepatu boot, 1 baju tidur, pakaian dalam 3 stel dan banyak kaos kaki (karena taraf dingin orang beda-beda, kalau saya telapak kaki dingin udah saya bakalan gak bisa jalan. Jadi telapak kaki kudu alias wajib kaos kaki dobel-dobel). Makanya koper saya sangat ringan hehehehe. Karena saya memang tidak suka travelling yang ribet. Pokoknya saya nyaman dan saya juga bukan tipikal suka gonta ganti baju. Selain itu saya bersyukur saya tidak mudah bau badan 😂

Akomodasi dalam travelling ini sering memakan banyak biaya. Kebetulan saya adalah orang NELOR -- "nemplek molor" jadi untuk urusan tidur saya bisa dalam kondisi apapun. Biasanya saya sering memesan kamar atau hostel di website berikut ini. Saya selalu membanding-bandingkan harga sebelum saya memesan. Ya iyalah, budget terbatas soalnya wkakakakaka
  1.  Booking.com -- booking disini termasuk sangat gampang, karena mereka bisa menerima kartu debit dan pembatalan gratis* (*Syarat dan Ketentuan berlaku) 
  2. Agoda -- disini banyak banget promonya dan bisa dibilang lebih murah dibanding merchant lain. Tapi ribet, kudu punya kartu kredit.
  3. Hostelworld -- selama saya di Eropa saya biasa menggunakan situs ini untuk memesan hostel, dan terus terang saya puas dengan situs ini. Review yang diberikan pengunjung memang sesuai dengan kenyataan. Tapi beberapa hostel meminta kartu kredit dan ada depositnya. Tapi harganya juga selisih banyak dengan Tr***ka.
Tiket pesawat saya selalu memakai jasa skyscanner dibanding dengan merchan lain skyscanner memberikan harga terendah. Pembayarannya juga gampang, bisa transfer lewat atm, ebanking atau pakai kartu kredit. Jadi situs ini akan membawa kita ke situs penyedia yang memberikan harga pesawat atau hotel yang dengan harg paling rendah. Setelah itu cus deh langsung bayar.

Kalau untuk kereta di Eropa saya biasa menggunakan Europe trail atau tergantung negara tujuan yang saya kunjungi. Juga apakah negara tersebut dilewati kereta atau tidak. Seperti di Estonia, tidak ada jalur kereta antar Eropa. Mau tidak mau pilihannya anatara bus atau pesawat.

Yang paling murah adalah menggunakan bus, jadi siap-siap kempor dan pantat langsung panas seketika. Tapi saya menikmati perjalanan menggunakan bis. Beda seperti bis malam di Indonesia, kalau di Eropa bisnya sopirnya dibawah penumpangnya di atas. Toilet bisnya itu bersih banget. Harga bis tidak termasuk makan, jadi usahakan beli makan lalu dibuat bekal. Mereka jual sih makanan tapi saya sebagai seorang muslim, takut kalau ada alkohol atau babinya. Ada juga menu vegetarian, tapi saya memilih tidak membelinya, disamping itu lebih hemat kalau bawa bekal sendiri. Harganya pun juga standart sekitar 3-4euro. Di beberapa negara ada yang namanya Student Bus, dimana harganya lebih murah dibanding bus-bus malam antar negara pada umumnya. Oiya, di Eropa student itu enak sekali, karena student ini biasanya mendapat diskon, dengan menunjukkan ID card sebagai student. Terkadang ada yang dibatasi usianya. Kalau usia 28 lebih walaupun dia student biasanya tidak ada diskon. Gak cuman student sih diskonnya biasanya guru, orang berusia 65 tahun ke atas dan anak-anak ada diskon khusus hehehehe.

Travelling pakai pesawat antar Eropa saya juga menggunakan skyscanner untuk memesannya. Yang paling sering promo adalah maskapai Ryan Air. Kalau di Indonesia mirip Lion Air landingnya bisa dikatan ugal-ugalan hehehehe.


Jadi, kali ini saya akan memposting TIPS TRAVELLING by Ria 

  1. Koper atau backpack itu relatif ya tergantung orangnya. Kalau kalian tipikal backpaker mania monggo, kalau gak suka bawa beban di punggung kper bisa jadi pilihan alternatif. Atau dua-duanya? Gak masalah, asal kalian NYAMAN!
  2. Di beberapa negara Eropa ada tempat penitipan tas dan koper jika kalian tidak ingin membawa beban berlebih walaupun sedikit mahal. Di Milan contohnya harga penitipan tas perharinya 5-8€
  3. Sesuaikan dengan musimnya ya ketika kalian travelling. Cek suhu di negara yang akan kalian datangi.
  4. Bawa pakaian secukupnya! Jangan berlebihan, itu akan menambah beban pada koper atau tas punggung
  5. Kalau kalian pergi 5 hari cukup bawa baju tidur 1 stel, dijamin deh kalau lagi tarvelling kalian akan banyak di luar dibanding di kamar. Jadi gak perlu bawa baju tidur banyak-banyak
  6. Ketika Auntumn dan Winter jangan lupa bawa lng john atau bawa jaket tebal. Kalau saya perginya cuma 5 hari saya cuma bawa jaket 1 hahahaha. Karena jaket saya sudah cukup tebal. Tapi kalau kalian fashion oriented bawa 2 juga gak masalah. Tapi ingat! Akan menambah beban di kper atau tas backpack. Kalau bawa backpack tidak disarankan bawa coat 2. Coat akan memakan space banyak.
  7. Ketika Spring atau Summer bawalah jaket yang sekiranya bisa menghangatkan kalian ketika di pesawat atau jaket dari bahan katun, atau jumper.
  8. Hand sanitaizer atau tisu basah
  9. Pelembab bibir atau hand lotion ketika pergi di musim Auntumn atau Winter. Karena tanpa kalian sadari saking dinginnya, kulit tangan kalian akan kering dan terkelupas. Dan itu perih banget.
  10. Untuk menghemat budget baiknya bawa makanan kering dari rumah. Bawa saus sachet atau sambal sachet. Pengalaman saya di Eropa itu jarang sekali chili sauce, minimal mereka tomato sauce.
  11. Bagi Wanita, baiknya pakai panty liner kalau lagi travelling. Saya tidak menyukai penggunaan panty liner. Tapi kalau sedang travelling ini sangat bermanfaat.
  12. Saya sudah mencoba berbai cara How to save our space in bagage?! Cara yang paling ampuh adalah: MENGGULUNG BAJU. Saya sudah pernah mencoba dengan cara memisahkan beberapa jenis pakaian ke dalam tempat yang berbeda, kemudian saya juga pernah mencoba menggunakan tempat yang bisa dikempeskan (apa ya saya lupa namanya). Nah, kedua cara ini sangat tidak direkomendasikan. 
  13. Cara menggulung baju saya, yaitu, setelah saya gulung saya akan mem-wrapping baju saya tadi dengan plastik wrapping yang biasa untuk memasak, dan sangat amat menghemat tempat
  14. Pisahkan make-up cair atau peralatan mandi (seperti parfume, facial wash, toner, lotion, shampoo, sabun, dll) ke dalam botol 50ml. Walaupun misalnya toner saya gak ada 50 ml tapi di botol 75 ml maka akan di sita oleh petugas, itu pengalaman saya waktu saya pulang dr Estonia ke Indonesia. Ditakutkan botol tersebut akan mengembang terkena tekanan udara dan meledak.
  15. WAJIB! Selalu membawa air mineral kemanpun berada, TERUTAMA KETIKA ANTUMN & WINTER. Kita tidak terasa kalau sedang haus karena cuaca yang dingin sehingga sangat berbahaya ketika dehidrasi. 
  16. Bawa obat-obatan secukupnya.
  17. Payung, Seperi pepatah bilang "Sedia payung sebelum hujan", karena kita tidak pernah tahu ketika travelling tiba-tiba hujan hehehehe. Apalagi ketika trip Spring, Auntumn atau Winter, kadang suka turun hujan. Walaupun hujannya gak se lebay kek di Indonesia sih.
Tips yang saya berikan adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika travelling. Saya sering traveling ketika musim dingin. Jadi saya pernah mengalami rasanya masuk angin, kemudian bibir pecah-pecah, tangan dan muka kering kemudian terkelupas dan itu perih banget. Kemudian saya pernah pusing gara-gara saya dehidrasi karena tidak kerasa haus.

Semoga postingan saya bermanfaat untuk kalian yang mau liburan.

***
Big hug,
Ria Dhea



Senin, 01 Januari 2018

Tentang Resolusi 2018


 Karena saya adalah seorang INFJ jadi halaman depan ini saya beri header INFJ journal

Resolusi jangka panjang selalu saya buat setiap tahunnya. Saya tidak mempungkiri terkadang ada resolusi satu tahun saya yang belum saya penuhi. Saya menulis resolusi 1 tahun adalah target yang harus saya capai selamat 1 tahun ke depan. Karena saya tipikal orang yang tidak melakukan sesuatu secara tiba-tiba. Harus dipikirkan terlebih dahulu dampak positif dan negatifnya, terlalu banyak mikir sih sebenernya wkakakaka (makanya cepet stress 😌).

Notebook baru 😍

Curhat dulu...
Sejak dari Sekolah Dasar salah satu hobi saya yaitu mengumpulkan stationary lucu-lucu. Walaupun pada akhirnya tidak saya pakai (benar-benar mubadzir yes!). Saya masih ingat, dulu saya sering membeli entah itu pensil mekanik, buku notes kecil-kecil, kertas loose leaf lucu-lucu, stiker dan lain-lain dengan uang tabungan saya. Intinya hobi saya sejak dulu menabung lalu untuk beli komik bahkan sesuatu yang unfaedah seperti stiker, notes lucu, pensil lucu, penghapus lucu wkakakaka. Sering kalau ketahuan ibu saya, beliau ngamuk-ngamuk 😂. Enggak ibu saya, kadang aduk saya pun juga ikut ngomel kalau hobi saya lagi kumat (pada akhirnya mereka ikutan juga 😒)
So, kumpulan stationary saya makin tahun makin bertambah. Saudara sepupu saya yang masing sering minta koleksi stationary saya yang lucu-lucu. Dengan berat hati saya kasih, tapi kadang saya sedih. Sebagai pencinta stationary itu berat hati ketika melepas koleksi kesayangan. 

Balik lagi,
Nah, untuk resolusi 1 tahun saya ini, saya sangat niat untuk beli buku agenda baru (padahal stok masih ada di rumah). Ini juga gara-gara teracuni explore di Instagram yang notesnya unyu-unyu. Cus saya beli di Togamas, Surabaya. Lucu cover depannya planet Mars dan diskripsinya.
Bucket list 2018

Saya langsung isi notes tersebut beserta bucket list yang ingin saya capai untuk satu tahun kedepan. Saya menulisnya ala lettering sok-sok an gitu hehehehe. Saya hias seadanya. Semoga buckit list saya yang saya tulis tercapai. Aamiinn!

Best Wishes,
Ria Dhea

Minggu, 31 Desember 2017

Jalan-Jalan Seputar Tallinn, Estonia [Part 1]

Kalau dibanding negara tetangga Estonia seperti Finlandia, bisa dibilang akomodasi di Estonia murah. Karena saya pernah tinggal sementara di Estonia tepatnya di Tallinn, saya akan menceritakan beberapa tempat yang saya kunjungi. Saya sedikit menyesal karena saya kurang mengambil banyak foto ketika saya mengunjungi beberapa tempat di Tallinn. Saya tipikal mahasiswa kupu-kupu. Kuliah pulang kuliah pulang hehehehe. Selain itu ketika saya tidak memahami satu mata kuliah saya akan belajar dan mengurung diri di perpustakaan atau di dorm hahahaha. Itulah yang membuat saya sangat menyesal kenapa saya tidak menghabiskan banyak waktu jalan-jalan di Tallinn, yang super cantik. Kok jadi curhat ya 😆

Berutungnya saya punya beberapa teman yang terkadang hampir setiap weekend mengajak saya berkeliling kota (terkadang saya menolak 😭, gara-gara teralu serius mengerjakan tugas). Kunjungan pertama bersama teman-teman saya yaitu di Pääsküla rabarada atau yang dikenal dengan Paaskula Bog.
Pääsküla rabarada merupakan obyek wisata hutan. Kita dapat menemukan dan memetik blueberry disini. Saya baru pertama kali merasakan blueberry. Tau sendiri lah di Indonesia kan kagak ada buah-buahan kek ginian. Saya sih penyuka buah asam, jadi saya sukaaaa sekali! (panganan opo sih de yang gak mok senengi) Ketagihan malah hehehehe. Hutannya pun juga terawat dengan baik bahkan bersih! Jauh dari kata sampah. Kalau pergi ke Pääsküla rabarada sebaiknya ketika Summer dimana cuacanya cocok karena lebih hangat dibanding kalau pergi pas Auntumn atau Winter.

ini adalah jalan setapak di Pääsküla rabarada

kita gak perlu kuatir tersesat karena di pintu masuk Pääsküla rabarada ada peta 

Blueberry

Hewaan yang ada di danau Pääsküla rabarada, so hati-hati je

Danau Pääsküla rabarada

Saya juga mengunjungi pasar tradisional di Tallinn. Sayangnya saya tidak sempat mengambil foto. Karena pasarnya terlalu ramain. Sehingga saya hanya mengambil foto taman di dekat pasar. Tepat saat itu di taman ada sebuah festival gereja. Banyak orang-orang yang berdansa. Bahkan kakek-kakek dan nenek-nenek pun ikut berdansa. Tidak mnegherankan orang Estonia mulai dari kecil sampai tua suka menari.






Tourist landmark-nya adalah kota tua Tallinn atau saya menyebutnya Old Town Tallinn. Menurut saya paling bagus Old Town dikunjungi bulan Desember. Karena pada bulan Desember atribut-atribut natal banyak dipasang hampir di semua toko. Paling bagus pas malem hari, karena ada night market dan lampu-lampunya cantik. Saya beberapa kali mampir ke Old Town entah itu sendiri maupun dengan teman saya. Di tengah-tengah Old Town ada kedai yang menjual pancake enak dan murah 3€-4€ dan itu bisa untuk berdua. Kalau makan sendiri kelenger, seperti saya dulu karena lapar banget saya yakin menghabiskan sepiring besar pancake jumbo. Ternyata salah, akhirnya saya hanya makan separo karena kekenyangan. Sayang sekali, ketika saya mengunjungi dengan teman saya sekitar bulan Februari kalau tidak Maret 2015 tokonya sepertinya pindah. Dan saya tidak tahu alamat yang baru.

Nah, kalau ini Old Town Tallinn


Landmark yang ngehits di Tallinn



Beberapa spot di Old Town foto telah saya lampirkan di artikel saya sebelumnya. Klik saja Label Travelling hehehehehe. Kebetulan dorm saya dulu sekitar 5 menit dengan jalan kaki untuk sampai ke Old Town. Karena saya pemalas saya sering naik trolley menuju Old Town 😁😁 (jangan ditiru).

Saya punya pengalaman lucu dengan teman saya. Waktu itu Aurora Borealis akan terlihat di sekitar Tallinn. Seneng dong yaaa, soanya ke Lapland, Finlad butuh beratus-ratus euro. Nah, saya dan teman saya seharian ngecek radar dong ya. Kita memutuskan melihat Aurora. Malamnya, kita akan mencegat Aurora di pelabuhan, karena akan kelihatan kalau kita lihatnya disana.
3 jam sudah kita menunggu si Aurora dan di radar Aurora itu lagi kencang-kencangnya. Gara-gara mendung kita kagak bisa lihat! Seharusnya kita bisa lihat dengan jelas. Alhasil, kita ulang dengan tangan hampa. Padahal teman saya sudah siap-siap bawa kamera. Siap jeperet dah. Akhirnya kita memutuskan pulang karena udara makin dingin. FYI, waktu itu lagi Winter. Esoknya saya masuk angin, baru sekali dalam hidup saya merasakan masuk angin. Ternyata enggak enak bangets hahahaha.



 Tempat dimana saya melihat Aurora



***
Kemudiam tempat yang patut dikunjungi lagi yaitu Estonian Maritime Museum. Seperti di museum-museum lain yang pernah saya kunjungi, disini pengunjung juga dilarang mengambil beberapa foto. Namun, di arena tertentu seperti arena permainan dipersilahkan mengambil foto.

 Di Estonian Maritime Museum beberapa tempat dalam kondisi underconstruction

Setelah kami dari Estonian Maritime Museum kami menuju pantai Pirita yang letaknya tidak jauh dari Estonian Maritime Museum. Saat itu kami pergi ketika musim gugur, jadi banyak pohon yang daunnya menguning cantik!

 Pantai Pirita



Gereja di dekat Pantai Pirita

Tunggu kelanjutan "Jalan-jalan di Tallinn, part 2"

***
With love,
Ria Dhea