Tampilkan postingan dengan label slice of life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slice of life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2022

Cerita Menyapih

Dear bloggers,

Jika dibilang proses menyusui itu mudah tidak bagi saya. Mulai dari yang saya harus struggle sendirian disaat banyak orang yang menyuruh saya untuk memberikan susu formula dan suami saya yang kerja dan tidak bisa setiap hari mendampingi saya. Saya benar-benar harus berjuang sendirian. Saya pikir menyusui adalah step paling sulit bagi saya. Ternyata tidak ya bunda hahahahaha. Menyusui itu levelnya adalah pemula atau beginner. Butuh kepercayaan dicukupkan oleh Allah SWT dan rajin pumping oh satu lagi istilah jawanya ndablek atau keras kepala. Percayalah, ASI yang diproduksi akan cukup. Pegang kata-kata itu. Jangan stress dan makanlah yang bergizi serta yang enak-enak, tidak ada pantangan. Kecuali bagi yang alergi.

source: sumber pribadi


Rabu, 25 Mei 2022

The Big Why? Tentang Alasan Menulis Blog

Pertanyaan kenapa saya menulis blog sebenarnya sering muncul dalam benak saya juga beberapa tahun yang lalu. Namun, saya masih terus abai mengenai hal tersebut ditambah saya yang sok sibuk. Lengkaplah sudah. Kebetulan saat ini saya beruntung mendapatkan golden ticket mengenai blog coaching yang diadakan oleh blogspedia. Saya setuju ketika menyimak dan membaca materi kita harus tahu kenapa kita menulis blog. Menurut saya itu juga merupakan sumber motivasi juga sehingga bisa konsisten menuliskan blog. Disinilah akhirnya saya menuliskan hal tersebut. Siapa tahu kita memiliki alasan yang sama. 

source: mythemeshop

Jumat, 09 Juli 2021

Cerita Isolasi Mandiri (Positif Covid 19) dengan Balita 18 Bulan

Assalamualaikum,

Terkadang kita lupa bersyukur nikmatnya diberi kesehatan. Diberi indra penciuman dan indra pengecap yang sempurna oleh Allah SWT. Yang Maha Kuasa menciptakan sesuatu sungguh dipikirkan dengan detail.

Ya saya sekeluarga positif C-19, pertahanan saya runtuh. Bagi yang mengenal saya pasti kenal betul Saya selalu mematuhi protokol kesehatan. Saya bahkan membawa sabun cuci tangan kemana pun saya pergi. Tidak memegang makanan sebelum cuci tangan. Pantang bagi saya. Saya juga selalu mandi ketika habis keluar kemana pun saya pergi. Baik itu dari pasar, supermarket, kampus dan tempat manapun.

Mungkin ini karena saya lalai sehingga kami sekeluarga akhirnya positif C-19. Jujur virus ini menyerang mental saya. Saya masih punya anak balita berusia 18 bulan, yang paling membuat Saya stress adalah saat ini banyak sekali pasien anak-anak. Saya sangat takut sekali. Suami dan keluarga besar saya yang menguatkan saya. Ibu saya di rumah mendoakan saya dan beliau puasa untuk kesembuhan kami sekeluarga. Alhamdulillah saat itu bapak saya sedang cuti mengasuh anak saya. Saat itu bapak saya pulang ke rumah saya yang ada di Kediri. 

Rabu, 07 Juli 2021

Toxic Parents?

Beberapa waktu yang lalu ada salah satu teman membuat polling antara toxic parents atau toxic friends. Hmm... sebenarnya tentang toxic parents ataupun toxic friends ini seringkali dibahas. Namun, menurut pendapat pribadi saya toxic parents itu tidak tepat. Kenapa saya menyebutkan kurang tepat?

Saya akan bicara tentang kondisi yang saya alami ya. Orangtua itu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Sayapun juga demikian setelah menjadi orangtua saya juga ingin yang terbaik untuk anak saya. Bahkan semenjak dia berada di dalam rahim saya berusaha mengkonsumsi makanan yang tidak saya suka supaya anak saya sehat. Nah, terkadang tanpa kita sadari ternyata menurut versi orangtua itu itu benar belum tentu si anak merasa benar. Misal nih ya saya ambil contoh. Dulu, waktu saya kecil saya tidak suka dengan yang namanya les. Ibu saya selalu menyuruh saya les seperti Matematika atau Kimia kemudian les aritmatika, les renang. Dulu saya membenci dua pelajaran itu. Saya hanya suka baca, hapalan, menggambar dan menjahit. Saya ingat dulu saya suka sekali membaca apapun itu. Tiap buku nganggur pasti saya baca. Entah itu koran, majalah trubus milik bapak saya pun saya baca. Rasanya ketika saya disuruh les pelajaran itu ingin membuat saya kabur. Pernah juga saya pura-pura sakit demi skip les wkakakkakakaka. 

Kamis, 15 April 2021

30-th yo

 Satu bulan lalu,


Saya terkena insomnia, yaaa seorang saya yang dulu hobi tidur terkena insomnia. Selama hampir seminggu saya tida bisa tidur sama sekali. Pagi terasa mengantuk tapi otak saya terus berputar. Kepala saya terasa penuh dan emosi saya meledak-ledak.

Setelah saya mengurai benang merah apa yang menyebabkan saya seperti ini adalah saya memikirkan time  flies so fast. Saya baru tersadar akhir-akhir ini kalau menurut saya 24 jam serasa kurang buat saya. Banyak sekali agenda yang berseliweran di kepala saya. Tidak hanya agenda harian bahkan mimpi dan masa depan saya terus berseliweran. Takut kehilangan, takut mimpi-mimpi saya hilang, takut saya ternyata sudah kepala 3. Bagaimana saya bisa menghadapi nanti? 

Senin, 23 Desember 2019

Being A Wife and A Mother's


Source: Pinterest

Well, sungguh Saya tidak pernah menyadari sekarang Saya menjadi seorang istri dan ibu dalam kurun waktu satu tahun. Kado terindah dari Allah SWT kepada Saya. Feeling blessed.

Jujur dulu Saya sempat berpikir Saya tidak akan menikah dalam hidup Saya. Karena, menurut Saya I can do anything by myself. I don't need a man. Bahkan sejak Saya kecil Saya tidak memiliki pernikahan impian seperti kebanyakan perempuan pada umumnya. Saya terlalu menikmati kehidupan Saya sendiri. Saya selalu memiliki planning dalam semua kegiatan yang Saya lakukan. Itulah mengapa Saya terlalu menikmati kehidupan Saya. Apalagi, Saya tidak menyukai sesuatu unpredictable. But, we're human. Tuhan yang menentukan segalanya.


Ketika Saya menjadi mahasiswa exchange, Saya baru menyadari, oh Saya tidak boleh seperti ini terus. Saya harus percaya something unpredictable even the worst or the best event. We can't control. Just let it flow and calm down. We just try "do the best". God knows! Then God will lead your path.
Perlahan mengubah prespektif Saya tentang hidup. Namun, tidak pernah terbesit dalam pikiran Saya untuk segera menikah.

Menurut Saya (sampai sekarang) menikah bukan tentang berapa tua usia mu. Namun, menikah itu butuh kesiapan mental. Kalau ditanya orang, lalu sampai kapan kalian akan siap? Sampai saat kalian benar-benar merasakan "this is the time". Akan muncul dengan sendirinya. Ketika beberapa orang mengkampanyekan menikah muda, Saya hanya mengeryitkan dahi dan (pikiran Saya selalu sibuk dengan perdebatan tentang ini) jujur Saya tidak setuju.

Pahami dulu apa arti pernikahan dan menjadi seorang istri. Sungguh, dulu Saya sendiri memikirkan betapa beratnya menjadi seorang istri, tanggungjawabnya tidak hanya kepada diri sendiri tapi juga kepada suami dan anak-anak kita. Masih banyak hal yang harus Saya lakukan Saya masih belum siap bertangungjawab kepada banyak orang.
Saya selalu menasehati adik-adik Saya, junior Saya yang belum menikah, jangan terburu-terburu. Do what you love. Menikah bukan karena usia atau desakan orang sekitar kita atau social behavior. Bukan berarti Saya melarang menikah muda. Hanya saja kalau belum siap dengan semuanya jangan dilakukan. Karena akan menyakiti diri sendiri atau pendamping kita kelak.

Suatu saat Saya "this is the time". Saat itu yang sekarang menjadi suami Saya menawarkan sesuatu yang membuat Saya yakin, Saya masih bisa melakukan apa yang Saya inginkan nanti ketika Saya menikah. Dan jujur Saya juga takut ketika Saya mengambil sebuah keputusan besar dalam hidup Saya. Mampukah Saya? Pertanyaan itu selalu berkelebat dalam pikiran Saya dan perdebatan dengan diri Saya sendiri (maklum Saya seorang INFJ hahaha).

Seiring berjalannya waktu Saya belajar banyak hal. Saya akui menjadi seorang istri itu benar-benar tanggungjawab besar. Saya harus menyampingkan ego Saya (dulu Saya selalu mengutamakan diri Saya sendiri terlebih dahulu 😁) tapi sekarang Saya sudah tidak bisa begitu lagi. Dulu Saya kemana-mana suka masa bodo dan sendirian sekarang tidak bisa lagi. Namun, semua itu patut disyukuri.
Alhamdulillah genap satu bulan Saya menikah, Allah mempercayai Saya untuk menjalankan amanah. Amanah besar.

Saya dan suami memberi panggilan Baby Ming kepanjangan dari Minguk 😁. Saking Saya dulu kepingin punya anak seperti Song Triplets, Song Minguk. Saya menjaga benar-benar amanah besar ini. Alhamdulillah, rejeki itu bukan hanya berupa harta. Namun, memiliki sahabat dan orang-orang baik adalah rejeki yang diberikan Tuhan pass Kita. Orang-orang disekitar Saya selalu memberikan positive vibes. Mereka bilang Saya harus kuat. Saya harus selalu berpikiran positif supaya anak Saya sehat. Dan itu benar. Ketika seorang wanita hamil itu Kita benar-benar harus berpikiran positif supaya mood kita dan calon anak kita tidak stress.

Apakah 9 bulan itu Saya tidak stress? Tentu sahaja tidak. Banyak hal yang terjadi 9 bulan itu ada kalanya sedih dan ada kalanya bahagia. Jujur ketika mendekati masa kelahiran anak Saya, Saya sering menangis sendiri. Dan muncul banyak ketakutan dalam diri Saya. Mampukah Saya mengemban amanah dari Allah? Mampukah Saya menjadi ibu yang baik bagi anak Saya kelak nanti? Dan masih banyak lagi. Jujur dulu Saya sangat suka menyendiri, namun ketika masa kehamilan Saya benci sendiri dan kesepian. Rasanya ingin menangis terus. Sehingga, Saya selalu mencari kesibukan. Yaaa! Saya menyibukkan diri dengan belajar dan mengajar lebih banyak. Saya habiskan waktu Saya di kampus sampai sore sembari menunggu suami Saya pulang kerja.

Alhamdulillah, Baby Ming telah hadir ke dalam dunia Saya dan suami. Ketika pertama kali mendengar suara tangis pertama di dunia rasa sakit yang Saya rasakan selama 9 bulan hilang seketika. Saya menangis. Sesuatu yang harus jaga baik-baik. Sekitika Saya merasa berdosa kepada ibu Saya, karena selama ini Saya memiliki banyak salah. Saya baru tahu ternyata menjadi seorang ibu itu penuh dengan tanggung jawab.
Saya memang tidak sempurna menjadi ibu baginya. Tapi Saya akan berusaha terbaik bagi Baby Ming. Banyak hal yang harus Saya pelajari sebagai seorang ibu. Belum genap satu bulan sejak Baby Ming lahir, Saya sudah belajar banyak hal. Yaa, Kita tidak bisa menyamakan cara mendidik anak kita dengan anak orang lain. Karena, mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Tiap manusia unik.

Selamat datang anakku. Terimakasih telah memilih Saya sebagai ibu yang harus banyak belajar lagi darimu. Bimbing ibu terus supaya kelak ibu bisa menjadi ibu terbaik bagimu.

Senin, 17 Desember 2018

Tanah Surga

...
Orang bilang tanah Kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi jadi tanaman

Koes Plus-Kolam Susu


Sepenggal lirik lagu lawas menemani perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Malang. Ketika saya melihat hamparan padi yang luas saya teringat perjalanan-perjalanan saya di beberapa negara. Saya tidak menyesal terlahir dan hidup sebagai orang Indonesia. Disini adalah tempat dimana dulu diperebutkan oleh penjajah (mungkin saat ini juga) saking kayanya. Hasil laut, hasil kebun, hasil pertanian, emas, batu baru, minyak bumi  melimpah ruah. Hanya perlu pengolahan yang tepat dan SDM yang tidak hanya memikirkan urusan perut.

Saya pikir dulu ketika saya pergi 10 bulan dari Indonesia, saya tidak akan merindukan negara saya. Saya lelah dengan segala macam cerut marut politik yang ada di negara saya. Urusan pengangguran yang tidak ada habisnya, urusan transportasi yang making lama semakin bikin badmood, apalagi sekarang banyak yang berdebat mengenai perbedaan suku, rasa, agama bla bla bla. Bikin emosi. Namun, semua itu salah, Marimar. 1 bulan saya tinggal di negara orang bikin saya super sensitif. Ketika saya mendengarkan lagu Indonesia Raya saya bisa nangis 😂.


...
Ku lihat ibu pertiwi sedang bersusah hati
Air matanya berlinang 
Mas intanmu terkenang

Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara
Merintih dan berdoa

Ismail Marzuki-Ibu Pertiwi
...

Lagu itulah yang bikin saya nangis kejer. Ini bukan karangan. Ini benar-benar sesuatu yang saya alami. Selama 24 tahun, saya hidup di Indonesia yang orang-orangnya selalu tersenyum ramah disana benar-benar berbeda. Kalau di Indonesia kita hidup saling menggantungkan disini berbeda. Umumnya, kita dituntut mandiri. Kalau kita benar-benar mentok baru kita meminta orang yang tepat untuk membantu kita. Pokoknya selama 10 bulan itu ketika saya mendengar lagu tentang Indonesia rasanya kangen dan sedih jadi satu.

Selama itu juga saya yang tidak pernah merasakan what winter is? Saya untuk pertama kalinya mengalaminya. Orang-orang Eropa lebih terburu-buru dan jarang senyum. Mereka ingin cepat-cepat sampai ke tempat tujuan. Ingin segera menghatkan diri. Tidak salah sih, apalagi pas tidak turun salju cuma angin musim dingin, beuh dingginnya minta ampun sis. Berbeda dengan di Indonesia yang selalu hangat begitupula orang-orangnya.

Yang saya syukuri adalah saya lahir dan tinggal di negara yang kata orang adalah Tanah Surga. Kaya akan alam, hasil laut melimpah ruah, hasil pertanian, hasil tambang. Apalagi yang kurang?! Begitu hebatnya Tuhan menciptakan negara saya ini, Indonesia.

Ria Dhea,


Minggu, 22 Juli 2018

Time flies so fast

“Time will always flow. Everything will pass by. That might be why youth is beautiful. It shines, blindingly bright, for just an instant. But you can never go back to it." - Doekson Reply 1988



Source: Pinterest

Alasan mengapa Reply 1988 drama yang menyentuh bagi saya
Beberapa minggu ini saya sering termenung. Mengingat beberapa kejadian-kejadian masa lalu saya. Saya lahir tahun 1990. Dimana masa kecil saya hanya tahu bermain bersama teman-teman saya, membaca entah itu komik atau novel fantasi, dan televisi terutama serial kartun. Tidak ada gadget atau sosial media yang sepertinya hampir anak-anak kecil sekarang miliki. Setiap hari Minggu malam saya selalu mempersiapkan acara untuk hari Sabtu dan Minggu berikutnya. Saya baru menyadari masa kecil saya sangat menyenangkan.

1997-2008...
Permainan tradisional sering saya mainkan setiap hari Sabtu sore dan Minggu pagi bersama teman-teman sebaya saya. Sampai saya sering kena marah Bapak dan Ibu saya kalau Sabtu pulang malam karena keasikan main bersama tetangga saya. Gobaksodor (gimana ya ini nulisnya, bingung uga 😂), kasti, petak umpet, monopoli, halma, dakon (apa ya Bahasa Indonesianya), congklak, ular tangga, tebak-tebakan huruf, mainan kartu yang ada nama tokoh (entah itu tokoh kartun atau serial kesukaan Yoko, legenda ular putih, dan Kera Sakti). Permainan-permainan itu sudah bikin saya dan teman-teman saya bahagia. Sering saya dan teman sebaya saya bertengkar juga.tapi akur lagi tidak lama kemudian 😂. Dulu waktu masih duduk di Sekolah Dasar, menurut saya uang saku saya pas-pasan, sekitar 1000 sampai 2000. Uang saku saya, bukan untuk beli camilan tapi beli poster Sailormoon dan bongkar pasang. Kenapa menurut saya pas-pasan? Karena harga poster kartun 1000 - 1500 rupaih 😅
Yap! Saya sejak kecil gemar menabung, makanya menurut saya uang saya pas-pasan. Saya harus menyisakan uang saku saya untuk beli mainan dan nabung. Uang yang saya tabung itu untuk beli komik dan novel fantasi, eh jaman dulu namanya kumpulan cerpen bobo, yang kala itu menurut saya mahal sekali. Bapak saya pengertian sekali, beliau sering sekali nombokin kalau uang saya kurang beli buku cerita. 

Bapak saya yang menularkan kegemaran membaca saya dan adik-adik saya. Saya dan adik saya sering patungan juga membeli buku cerita. Yang paling sukai adalah waktu setelah selesai ujian sekolah dan liburan. Saya dan adik-adik saya diajak Bapak saya ke tempat persewaan buku. Waktu itu persewaan buku cerita menjamur bak kacang goreng. Ibu saya sangat keras kami tidak diperbolehkan membaca komik atau buku cerita ketika musim sekolah. Fokus kita jadi berantakan, kita tidak belajar dan hanya baca komik. Nah, ibu saya memperbolehkan ke tempat persewaan buku setelah liburan sekolah. Orangtua saya keras untuk masalah pendidikan. Saya dan adik-adik saya punya jadwal belajar dan tidur yang teratur Jam 9 malam tet semuanya harus sudah tidur dan menyiapkan keperluan sekolah esok. Saya agak "ndablek"-- bandel, sesekali saya tidak menyiapkan alat sekolah untuk besok. Paginya langsung dimarahi sama Ibu saya 😩. Saya dan adik-adik saya bangun mulai pukul 4 pagi. Saya ingat sekali, ibu saya selalu membangunkan kami kemudian kami menyuruh kami menjawab pertanyaan yang ada di buku latihan sekolah secara bergantian. Sambil tiduran karena masih ngantuk saya menjawab pertanyaan macam kuis. Kalau ingat masa itu saya jadi ketawa-ketiwi sendiri. 

Bertengkar dengan adik-adik saya?! Oh sering sampai sekarang malah. Tapi tidak separah dulu. Wah kalau dulu walaupun kita perempuan kalau bertengkar macam anak laki-laki. Sesekali muncul tendangan, tinju dan jambak rambut 😅. Brutal pokoknya! Padahal masalah sepele, cuma gara-gara siapa yang dulu baca majalah Bobo dan rebutan hadiah Bobo 😋. Sampai akhirnya Bapak saya turun tangan gulung koran. Apes! Pantat kita kena pukul gulungan koran, sakit banget. Kalau udah gitu Ibu saya mulai bertindak sebagai penengah. Emang kita dulu keterlaluan macem preman tawuran kalau lagi bertengkar. Kalau sekarang kita bertengkarnya adu argumen, kalau udah sama-sama alot, mending diem aja yah. Males dah komentari wkakakakaka. 

Saya sangat salut kepada orangtua saya. Mereka mengajarkan kami untuk disiplin pada diri sendiri dan merawat diri. Kami harus sikat gigi sebelum tidur. Pernah saya tidak menyikat gigi sebelum tidur, Bapak saya yang paling disiplin masalah ini langsung bertindak tegas. Saya diseret ke kamar mandi untuk pipis dan gosok gigi. Wajib! Dimarahi saya habis-habisan dan saya menangis. Sekarang saya mengambil hikmahnya. Alhamdulillah! Semenjak saya kecil sampai sekarang saya tidak pernah merasakan namanya sakit gigi karena berlubang atau tumbuh gigi baru. Gigi saya pun rapi karena orangtua sangat concern masalah ini. 
 
Source: Pinterest


Time goes so fast...
Saya merasakan itu. Ketika saya mengenang masa kecil, saya ingin mengulangi merasakan kebahagian masa kecil yang tanpa beban.
Kuliah 2008...
Saya termasuk nerd waktu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Saya lebih suka menghabiskan waktu membaca dan nonton film. Setiap weekend saya dan adik saya sering pergi ke rental video. Pokoknya dulu rental komik dan video bagai jamur. Saya dan keluarga saya memang hobi membaca dan menonton film. Kami suka sekali meonton kartun disney. Setiap hari Sabtu malam, kami nonton film kartun bersama sekeluarga 😁. Masih sama seperti aturannya, no komik sebelum ujian sekolah dan liburan. Tidur jam 9 malam dan bangun untuk belajar jam 4 pagi. Jujur diantara saya dan adik-adik saya, saya adalah orang paling malas bersosialisasi. Bahkan kalau saya malas sekali disuruh ikut bimbingan belajar waktu SMP karena saya merasa minder dengan kemampuan saya (sampai sekarang sih sebenarnya).
Kuliah adalah masa dimana saya mulai membuka diri. Saya mulai menjadi anak rantau, harus mandiri. Kuliah di salah satu institut terkenal di Surabaya membentuk pribadi saya yang mulanya malas berinteraksi dengan orang baru menjadi harus wajib kenal dengan teman seangkatan saya. Waktu itu jumlahnya satu angkatan 166 orang anak. Dalam hati saya dulu, gila suruh hapalin 166 orang anak dan harus kenal wajahnya. Pada akhirnya saya juga hapal. 
Jadi, dulu orientasi saya dan teman-teman saya adalah 1 tahun alias dua semester. Dalam 2 semester itu jangan dibayangkan kita kuliah pakai kaos atau jeans ya. Jauh dari imajinasi kita. Semua maba atau mahasiswa baru dilarang keras berada di sekitar kampus terutama jurusan memakai jeans dan kaos. Jadi kami diwajibkan memakai celana kain dan kemeja. Dulu kami ditugaskan membuat buku angkata, supaya kami mengenal teman angkatan kami dan memakai keplek dan pin. Tulisannya nama kami. Supaya ketika berpapasan dengan teman sengangkatan kami saling menyapa 😤. Bagi introvert seperti saya hal itu adalah bencana. Karena saya tidak suka disapa dan menyapa 😹.

Saya bertemu dengan sahabat-sahabat saya ketika kuliah. Di kampus ini saya benar-benar belajar banyak. Saya suka memperhatikan kebiasaan teman-teman saya, bertukar pikiran, mengerjakan tugas bersama, nongkrong bersama. Saya masih ingat bagi saya semester awal adalah berat bagi saya. Saya harus membagi waktu saya untuk tugas dan masa orientasi. Biasanya orientasi atau ospek waktunya tidak dapat diprediksi. Tahu-tahu Sabtu dan Minggu kami mendadak ada ospek. Yah gitu aja terus sampai hampir semester kedua berakhir. Dari sini saya mengenal sahabat saya. Kami memiliki hobi sama, jalan-jalan! 😅

Jangan negative thiking dulu yaaaa... Kami jalan-jalan setelah urusan kuliah kami selesaikan dulu. Kami rela begadang demi mengerjakan tugas dan belajar seperti orang gila ketika ada kuis dan ujian. Saya mengenal Fika dan Rintan ketika maba. Fika selalu sekolompok ketika ospek, walapun kelompok digonta-ganti kami selalu sekelompok. Kemudian Rintan, dia dulu sering ke kos Fika. Jadi, akhirnya kita saling kenal sampai sekarang. Sampai sekarang kami masih saling bercerita. Kami sering juga mencari warung murah ala mahasiswa untuk makan siang kami. Tempat favorit kami adalah Warung Emak di daerah Keputih Surabaya. Menu favorit kita adalah tempe tepung 2 biji, sayur, nasi putih separo (karena kalau full banyak banget, menu kuli pokoknya) sambal minumnya air putih biar hemat. Air putih disitu gratis soalnya. Harganya waktu itu sekitar 4000 rupiah. Murah meriah. Saking kita sering makan disitu yang jual hapal menu kita 😂. 
Pernah juga saya, Fika dan Rintan mencoba makan ditempat warung jorok sekitar kampus. Sebelumnya Fika yang tahu warung murah itu. Waktu pertama kali saya kesitu, saya berkata dalam hati kotor sekali tempatnya dan remang-remang gitu. Oke akhirnya saya makan dan dibawa pulang. Karena takut ada apa-apanya. Harganya standard seperti Warung Emak, tapi menurut saya rasanya lebih enak di Warung Emak. Kalau Fika mengajak makan disitu saya selalu menolak dengan alasan jorok. Dari Fika saya belajar jujur berkata kalau tidak suka ya bilang, supaya lega dan tidak salah paham. Fika dan Rintan tidak pernah memaksa saya. Pokoknya mereka terbaik. Suatu hari ketika Fika dan Rintan makan di warung jorok itu, di piring Rintan ada seekor kecoa mati. Rintan mengira kecoa itu adalah laos. Setelah hampir habis makanannya, Rintan menyadari kalau itu bukan laos tapi kecoa mati 😹. Langsung, mereka berdua kapok makan disitu lagi. Waktu itu untungnya saya tidak ikut makan. Saya terpingkal-pingkal mendengar cerita mereka. 

Waktu mengerjakan tugas akhir kami saling mendukung satu sama lain. Jika ada sesuatu yang kurang entah itu jilid atau tugas akhir kami yang belum diprint kami saling bantu. Ketika kami sidang tugas akhir pun kami juga saling support satu sama lain. Ada Firda, Defi dan Zaza menambah rasa syukur saya. Saya dipertemukan Allah dengan sahabat-sahabat terbaik saya. Sampai sekarang pun kami juga tetap jaga komunikasi. Saya merasa paling beruntung dipertemukan mereka. Masa kuliah saya menjadi bervariasi. 

If I can turn back my time...
Saya akan kembali ke masa kecil saya dan masa kuliah. Dimana, saya hidup penuh imajinasi masa kecil dan tanpa beban. Bertemu orang-orang yang berarti bagi saya. Saya ingin memperbaiki dan mengulang beberapa hal-hal yang tidak sempat saya lakukan. Seringkali, ketika saya melihat mahasiswa sekarang saya merasa iri.
Why...
Time go so fast...

***
Hug and kiss,
90's generation  


Jumat, 26 Januari 2018

Menjadi Partner Travelling yang Sepantasnya

Well, kali ini saya akan membahas mengenai menjadi partner traveller yang "baik". "Baik" disini dalam artian tidak merepotkan beberapa pihak yang sedang travelling bersama kita. Ini berdasarkan pengalaman saya. Sampai saat ini saya masih memiliki 2 partner terbaik selama saya travelling.

Repot memang jikalau kita kena zonk travelling bersama teman yang merepotkan. Saya paling tidak suka dengan partner yang suka mengeluh dan merasa seakan-akan dia paling "menderita".  Apalagi dikit-dikit nangis. Ughhh. Saya terbiasa membuat itinerary ketika travelling dengan jadwal yang padat. Supaya bisa mendatangi landmark yang banyak.

took by. Ria

Pengalaman saya beberapa waktu lalu kembali memberi saya pelajaraan. Kenali partner travelling kita kelak seperti apa kalau dia tipikal orang yang "rempong" buat perjanjian dari awal sehingga bisa membuat nyaman kita dan partner kita.
Beberapa waktu yang lalu, (kebetulan yang tidak saya inginkan) saya mendapat partner yang super menyebalkan.
Saya sudah berpesan kepada teman saya untuk setidaknya melakukan olahraga ringan. Minimal jalan cepat 15 menit. Kenapa saya menyarankan olahraga sebelum melakukan travelling? Berdasarkan pengalaman saya ketika kita terbiasa olahraga minimal 15 menit membuat tubuh kita semakin fit pas travelling apalagi jika sedang musim dingin atau medannya naik turun seperti di Korea Selatan, tidak hanya itu kita akan merasa terbiasa kalau istilah jawanya cak cek (sigap).

Sialnya, salah satu teman saya tidak menanggapi saran saya. Hasilnya sudah dipastikan jalan dikit udah mengeluh capek, lapar dan mau pingsan. Sudah gitu disuruh pulang sendirian duluan menuju hostel dgn taksi tidak mau 😤. Kudu dianter (macem princess dah). Dan yang paling menyebalkan kalau capek arau dingin nangis. Ugghh! Intinya saya kapok jalan dengan random friend. Enggak deh cukup sekali aja hehehehe.

Saya menyimpulkan sendiri, ternyata dengan travelling sebenarnya kita bisa tahu banget kepribadian seseorang. Kalau misal kita cuman tahu dia luarnya aja nah pas travelling ini kita jadi tahu luar dalam. Seperti kebiasaan sehari-hari.

Nah, dari sini juga ya jadilah partner yang baik ketika travelling bersama teman kita. Jangan sedikit-sedikit mengeluh capek atau kedinginan. Karena orang lain pun yang jalan dengan kita pasti merasakan hal yang sama. Sedikit-dikit nangis. NO!!! Yakin pada diri kita kalau kita itu pasti bisa. Kenali fisik kita, kalau misalnya lapar bilang dan kalau misalnya enggak kuat jalan silahkan pamit ke teman seperjalanan dan kembali ke penginapan untuk istirahat. Biasakan untuk tegas kepada diri sendiri.


Best wishes,
Ria

Senin, 01 Januari 2018

Tentang Resolusi 2018


 Karena saya adalah seorang INFJ jadi halaman depan ini saya beri header INFJ journal

Resolusi jangka panjang selalu saya buat setiap tahunnya. Saya tidak mempungkiri terkadang ada resolusi satu tahun saya yang belum saya penuhi. Saya menulis resolusi 1 tahun adalah target yang harus saya capai selamat 1 tahun ke depan. Karena saya tipikal orang yang tidak melakukan sesuatu secara tiba-tiba. Harus dipikirkan terlebih dahulu dampak positif dan negatifnya, terlalu banyak mikir sih sebenernya wkakakaka (makanya cepet stress 😌).

Notebook baru 😍

Curhat dulu...
Sejak dari Sekolah Dasar salah satu hobi saya yaitu mengumpulkan stationary lucu-lucu. Walaupun pada akhirnya tidak saya pakai (benar-benar mubadzir yes!). Saya masih ingat, dulu saya sering membeli entah itu pensil mekanik, buku notes kecil-kecil, kertas loose leaf lucu-lucu, stiker dan lain-lain dengan uang tabungan saya. Intinya hobi saya sejak dulu menabung lalu untuk beli komik bahkan sesuatu yang unfaedah seperti stiker, notes lucu, pensil lucu, penghapus lucu wkakakaka. Sering kalau ketahuan ibu saya, beliau ngamuk-ngamuk 😂. Enggak ibu saya, kadang aduk saya pun juga ikut ngomel kalau hobi saya lagi kumat (pada akhirnya mereka ikutan juga 😒)
So, kumpulan stationary saya makin tahun makin bertambah. Saudara sepupu saya yang masing sering minta koleksi stationary saya yang lucu-lucu. Dengan berat hati saya kasih, tapi kadang saya sedih. Sebagai pencinta stationary itu berat hati ketika melepas koleksi kesayangan. 

Balik lagi,
Nah, untuk resolusi 1 tahun saya ini, saya sangat niat untuk beli buku agenda baru (padahal stok masih ada di rumah). Ini juga gara-gara teracuni explore di Instagram yang notesnya unyu-unyu. Cus saya beli di Togamas, Surabaya. Lucu cover depannya planet Mars dan diskripsinya.
Bucket list 2018

Saya langsung isi notes tersebut beserta bucket list yang ingin saya capai untuk satu tahun kedepan. Saya menulisnya ala lettering sok-sok an gitu hehehehe. Saya hias seadanya. Semoga buckit list saya yang saya tulis tercapai. Aamiinn!

Best Wishes,
Ria Dhea

Minggu, 31 Desember 2017

[UPDATE!!!] [Indonesian here] How to Apply Visa Schengen for Estonian Embassy


Halo semuanya!!!
Beberapa pembaca banyak yang menanyakan seputar apply Visa Estonia. Beberapa aturan telah direvisi ya terkait aplikasi visa untuk visa.

Silahkan follow Facebook atau Twitter PPI Estonia untuk info terbaru [Budayakan membaca secara detail terlebih dahulu sebelum bertanya]:
Facebook: PPI Estonia FB
Twitter: PPI Estonia Twitter


Saya cukup sering mendapat email atau message lewat facebook atau instagram saya, terkait pembuatan visa Estonia baik itu pelajar, wisatawan ataupun yang akan mencari pekerjaan di Estonia. Mengingat saya dulu juga kebingungan bagaimana saya apply visa Estonia, sedangkan di Indonesia sendiri tidak ada konsulat Estonia.
Saya bertanya ke PPI Estonia, kemudian saya juga berkonsultasi dengan Erasmus Coordinaton di Tallinn University of Technology (Kerti dan Siyi). Saya sangat bersyukur saya mendapat bantuan informasi dari alumni Erasmus+ (kebetulan beliau adalah kakak teman seangkatan saya), kemudian para anggota PPI Estonia, dan Erasmus Coordination.

Waktu itu ada yang menyarankan saya ke kedutaan besar Norwegia, karena beberapa orang berhasil lolos menggunakan visa Schengen yang dikeluarkan oleh kedutaan Norwegia. Namun, Kerti saya menyarankan saya untuk apply visa Schengen di kedutaan Finland, mengingat kata beliau Finland adalah negara terdekat dengan Estonia untuk proses selanjutnya seperti ijin tinggal sementara akan diurus di Tallinn sesuai dengan peraturan yang ada di website imigrasi Tallinn. Selain itu, Kerti juga membuatkan surat pengantar bahwa saya akan apply visa di kedutaan besar Finland.


Semua persyaratan telah saya lengkapi sesuai dengan website kedutaan bessar Finland untuk apply visa Schengen melewati Finland. Sebelum saya mendatangi kedutaan saya bikin janji terlebih dahulu dengan pihak kedutaan kapan saya dapat memasukkan berkas saya. Kemudian saya mendapat hari dimana saya dapat mengumpulkan berkas saya. Setelah menunggu 14 hari kerja visa Schengen saya yang dikeluarkan oleh Embassy of Finland telah selesai dan dapat diambil. Anyway, saat itu saya mendapat visa tipe C dimana itu turis. Nah pusing kan!

Info terbaru yang saya dapatkan dari beberapa rekan saya yang saat ini sedang study di Estonia, mereka tidak dapat menggunakan cara seperti saya lagi. Ada yang disarankan oleh International Relationship masing-masing kantor untuk meng-apply visa Schengen untuk study di kedutaan besar Estonia terdekat. Misalnya Singapura, Jepang, China, atau India. 2 tahun yang lalu saya mengurus ijin tinggal sementara selama 10 bulan di kantor imigrasi dan kantor polisi di Tallinn.
Jika kalian mengurus ijin tinggal sementara di Embassy of Estonia terdekat misal di Jepang kalian akan mendapat jenis visa yang berbeda. Untuk Resident Permit cardnya dapat dikirim atau dapat diambil di kantor polisi Tallinn.
Namun info yang saya dapatkan tahun 2015 kemarin, teman saya ada yang menggunakan cara seperti saya yaitu apply visa Schengen kemudian mendapat visa tipe C atau turis seperti saya dan akan mengurus Resident Permit di Tallinn nantinya. Ketika tiba di Tallinn, teman saya tidak bisa mengurus Resident Permit cardnya itu di Tallinn, jadi dia harus mengambil di Riga, Latvia.

Nah bagi teman-teman yang ingin apply visa Schengen lewat Estonia terutama untuk ijin tinggal belajar sebaiknya baca baik-baik syarat dan ketentuan di website imigrasi Estonia (bisa dibaca disini). Selain itu, saya sangat menyarankan selalu berdiskusi dengan International Office dimana kalian akan study atau dapat berdiskusi dengan PPI Estonia via facebook atau twitter.

Semoga informasi yang saya sampaikan bermanfaat.

With love,
Ria Dhea

Sabtu, 22 Juli 2017

10 Bulan Menjadi Kaum Minoritas

Ciee yang teringat masa lalu...
Agustus, 2014 sampai Juli 2015 selama 10 bulan saya menjadi kaum minoritas di negera yang asing bagi saya. Saat itu saya masih meraba-raba seperti apa Estonia itu dan bagaimana kelak saya akan menjalankan ibadah wajib 5 waktu atau sunnah seperti yang saya lakukan di Indonesia. Saya mencari tahu bagaimana kehidupan bergama di Estonia, seperti dugaan saya hampir separo penduduknya adalah atheis.

Sebulan...
Ibadah...
Menjadi kaum minoritas cukup melelahkan bagi saya. Saya harus terbiasa dengan waktu sholat yang menurut saya saat itu aneh. Pada bulan Agustus adalah musim panas (menurut saya tidak panas-panas amat tapi entah kenapa orang Esti suka sekali, menurut saya terkesan sejuk malahan) waktu untuk ibadah masih dibilang agak wajar. Jadwal sholat subuh jam 5.30 Dzuhur sekitar pukul 13.00 lebih, Ashar sekitar pukul 16.00, Magrib pukul 19.00 dan Isya sekitar pukul 21.00. Alhamdulillah saya bisa mengikuti ritme sholat wajib.

Kemudian, apabila saya di kampus, ini yang awalnya menjadi kendala saya untuk sholat. Selama hampir 2 bulan saya benar-benar clueless. Sehingga dengan berat hati saya sering menjama' sholat. Apalagi saat itu jadwal kuliah saya pada dari Senin pagi sampai Jumat sore.
Suatu hari, ada anak-anak dari Turki mengundang teman saya makan di apartemen mereka. Saya turut serta datang memenuhi undangan teman saya. Disana mereka memberitahu kalau kita bisa sholat di private room perpustakaan.
Jadi TUT menyediakan individual room di perpustakaan yang digunakan untuk belajar. Ruang itu terdiri dari bilik kecil. Stiap lantai ada lebih dari 20 indvidual room. Tidak hanya individual room namun juga discussion room, berupa bilik agak besar dibanding individual room sehingga bisa diskusi. Berita gembiranya kita bisa sewa indvidual atau discussion room tersebut. Berita buruknya kadang individual room sering penuh. Kalau misalnya penuh, saya dengan berat hati menjama' sholat. Saya yakin Allah Maha Pemurah dan Maha Tahu.

Ini perpusnya TUT. Bagus banget kan! Ini tempat favorite saya pokoknya. Nyaman banget udah gitu koleksi bukunya lengkap!


 Penampakan bilik di individual room. Mirip wartel kan ya hehehe. Kita bisa belajar disini. Individual room ini bisa disewa. 1 Minggu kalau tidak salah 15 Euro, dan saya sering banget sewa ruangan ini. Lumayan, karena saya bisa leluasa menggunakan ruangan ini tanpa perlu antri. (Masnya disitu lagi nunggu ruangannya kosong)

Berada 3 bulan lebih sedikit saya di Tallinn, saya sudah mulai nyaman. Saya tidak memiliki masalah tentang rasisme selama 3 bulan tersebut. Kadang beberapa orang tua (nenek-nenek dan kakek-kakek) melihat saya dari atas sampai bawah dengan tatapan mata tajam dan ada yang tersenyum lalu mereka mengajak saya mengobrol dengan bahasa Rusia atau Eesti, tentu saja saya tidak paham. Saya hanya tersenyum dan mengangguk. Mostly, para orang tua itu tidak aneh-aneh dan baik.
Auntumn sudah dimulai di Tallinn saat itu, suhu udara semakin dingin. Namun, saya sangat menikmati (meskipun saya benci dingin tapi menyenangkan sekali merasakan Auntumn atau Winter). Saat itu datang e-mail dari pihak Academic Hostel, mereka menginformasikan jika saya harus mencari roommate. Cobaan dimulai, saya difitnah dan dianggap menganggu ketika beribadah. Bisa di baca di blog saya sebelumnya disini. Itu cobaan yang menurut saya membuat saya nelangsa. Saya harus bersikap dewasa. Tanpa babibu saya protes ke pihak hostel dan saya pindah. Terus terang itu pengalaman yang paing tidak menyenangkan selama saya di Tallinn.

Saya merasakan "ohhh gini yaaa jadi kaum minoritas". Saya menyadari saya hidup di Indonesia yang menghargai antar umat beragama. Namun, sekarang ini saya sedikit miris dengan pemberitaan di media massa Indonesia yang menjadi minyak dan micin.
Dimanapun agama dan kepercayaan adalah hal yang sensitif untuk dibahas. Kadang saya suka jengkel kalau sudah membeda-bedakan agama satu dengan yang lain atau etnis satu dengan etnis lain. Pelajaran yang saya dapat selama menjadi kaum minoritas adalah sudah biarkan mereka menganut kepercayaan yang mereka anggap benar, kita tetap teguh terhadap agama dan kepercayaan kita. Tidak usah kita ikut menghakimi. Allah SWT lah yang berhak menilai ibadah kita seperti apa tidak usah kita merasa sombng di atas orang lain. Dan saya paling benci dengan orang yang meng-kafirkan orang. Kita manusia yang tidak pernah luput dari dosa jadi kenapa kita meng-kafirkan orang kalau ibadah kita saja masih kurang. Kita hidup di Indonesia yang berasaskan Pancasila. Prinsip saya adalah agama ku adalah agama ku, agama mu adalah agama mu TITIK!
Kecuali kalau ada orang berbeda keyakinan bertanya baru saya akan menjawab sesuai ilmu agama yang saya tahu, tapi kalau tidak saya tidak akan berkomentar jika menyangkut kepercayaan. Karena saya tahu lebih baik tidak usah membahas masalah sensitif, lagipula masih banyak hal-hal lain yang bisa kita bahas. Jadi curhat yeee 
Pengalaman inilah yang membuat saya berpikiran terbuka dan dewasa. Saya tidak ingin membuat rusuh berkomentar di media elektronik terkait kepercayaan atau agama. Dari komentar kita yang kita posting, kita akan tahu seberapa orang tersebut peduli atau tidak.

Puasa..
Saya sempat merasakan Ramadhan di Tallinn sekitar 1 minggu lebih. Bohong kalau saya bilang biasa saja. Bayangkan saja, saya lahir dan dibesarkan serta tinggal  di negara tropis puasa paling mentok cuma 12 jam. Ramadhan tahun 2014 bertepatan dengan Summer session. Sungguh, saya salut dengan Muslim yang tinggal di daerah Scandinavia, Estonia masih mending Baltic area mentok puasa 21 jam hahahaha 😁😁. Iya saya merasakan puasa hampir 21 jam. Mending ya daripada di Norway sana.
Pada saat Summer matahari akan selalu bersenar sepanjang hari. Ya! Malam hanya dalam hitungan jam. Sekitar 3-4 jam saja akan gelap, tidak terlalu gelap sih seperti waktu magrib gitu masih ada semburat merah. Pernah waktu itu adalah perayaan White Day (apalah lupa namanya). Dimana pada hari itu hari Matahari akan bersinar sepanjang hari alias kagak ada malam gengs 😎😎😎

 Ini jam 12 malam. Kebayangkan Matahari tidak pernah tidur pas waktu Summer hehehe

Waktu Ramadhan, Subuh adalah pukul 02.30 kurang (dini hari) sedangkan Magrib kurang lebih antara pukul 22.00 sampai 23.00. Jadi, jangan mengeluh kalau di Indonesia puasa 12 jam. Nohh lihaaat negara-negara Eropa bagian atas!


 Buka bersama dengan beberapa teman Muslim saya ini Turkey's dish banget

 Sup sayur, lagi Turkey's sty;ele. Jujur saya tidak terlalu suka. Eneg karena krimnya terlalu banyak

 Baklava. Saya juga sebenarnya tidak suka dengan pastry seperti ini. Menurut saya lidah saya berasa aneh setelah makan sesuatu macam Baklava atau Croissant..

Namun, bersyukurlah kalau Ramadhan tepat musim dingin atau Winter. Jeda Subuh dan Magrib cuma 5 sampai 7 jam. Jadi kalau misal punya hutang puasa bayarnya pas Winter aja gaes (sesat 😁).
Apapun itu kita harus bersyukur deh tinggal di Indonesia jarak antara pagi dan malam seimbang. Saya shock berat waktu itu gara-gara musim dan waktu yang beda dan tidak masuk akal.
Pas Auntumn dan Winter waktu  akan lebih lambat satu jam dibanding pas Summer dan Spring. Jadi gini nih, selisih waktu Indonesia dan Estonia waktu Spring dan Summer lebih cepat Indonesia 3 jam tapi kalau pas lagi Auntumn dan Winter akan 4 jam lebih cepat waktu Indonesia.

Tips puasa 20 jam...
Banyakin makan buah-buahan segar, jus, air putih, makan jangan kenyang-kenyang, 2 sendok madu sebelum sahur.
Wajib sahur!
Habis berbuka puasa Sholat Magrib, lalu Isya dan Tarawih

Menu buka puasa hari pertama

Don't!
Minuman berkarbonasi dan soda
Tidur! Tamatlah kalau tidur nanti bisa melewatkan sahur! Jadi jam tidurnya diganti mulai pukul 7 sampai pukul 10 malam. Masaknya pas jam 4 atau jam 5 sore gitu.



Strawberry adalah buah favrite saya. Semua berries saya suka ding 😁😁 
Saya memang paling suka dengan buah yang rasanya masam. Strawberry di Estonia gede-gede saya puas banget. 7Euro bisa dapat sekresek gede.

 Jus buah ini membantu saya tetap fit selama bulan Ramdhan. Kebutuhan vitamin kita jadi terlengkapi

Makanan dan minuman... 
Urusan makan ini yang menurut saya repot. Karena saya seorang Muslim saya tidak bisa makan sembarangan. Sebisa mungkin saya menghindari segala sesuatu makanan yang tidak diolah secara halal, pork dan alkohol. Mau tidak mau saya harus masak sendiri (sekalian berhemat dan diet hahahaha). Saya ganti semua olahan yang mengandung daging ayam atau daging sapi dengan seafood.

 Kadang sarapannya seperti ini. French toast saya isi dengan sosis

 Nasi goreng seafood+jamur kreasi Ria Dhea. Honestly, saya paling tidak suka nasi goreng buatan diri sendiri. Dimana-mana nasi goreng itu enaknya beli. Soalnya banyak micinnya 😂

 Kalau ini pas hari raya dul Adha di rumah Mbak Diini. Habis pulang sholat Ied kita pesta sendiri. Mbak Dian rela bikin sate ayam demi kita. Makasih mbak-mbak 😏

 Ini merayakan Idul Adha. Tuh Mbak Dian niat banget bikin lontong wkakakaka. Kita makan gini aja bersyukur banget

 Kalau ini saya lupa ada acara apa. Pokoknya tiap kali saya main ke tempat Mbaj Diini selalu aja makan-makan. Kali ini ada ayam goreng, lalapan (tanpa daun kemangi yang pasti). terus ada spring roll, tetep yaaa sate

FYI, di Tallinn untuk membeli daging halal masih lumayan susah. Kita harus pergi ke masjid atau pergi ke toko halal Turki yang letaknya jauh dari kota. Saya tidak sempat kalau setiap seminggu sekali harus pergi ke toko halal Turki. Beli di masjid pun tidak bisa diandalkan, terkadang pemilik toko daging halal sedang tidak ada di masjid. Ketika saya beruntung, saya bisa menemukan daging ayam halal di supermarket dekat kampus. 1 bungkus beratnya sekitar 3kg sampai 5kg daging ayam yang telah dikemas dan kebanyakan adalah paha atas dan paha ayam super gede yang belum dipotongi kecil-kecil. Hufft banget deh mau makan enak selalu ada aja dramanya hahahaha. Jujur saya tidak sanggup menghabiskan ayam super gede itu dalam sehari.

 Saya lagi pengen banget makan kimbap. Akhirnya saya bikin kimbab palsu macam ini. Yang penting halal deh 😊


 Pernah juga bikin bubur ayam gara-gara habisin stok abon ayam yang tinggal dikit.

 Kadang bikin Indomie, tapi saya kasih sayur dan dumpling. Dumplingnya itu dumpling vegetarian. Jadi, isinya sayur (Ini sungguh dosa! Makan segini banyaknya dan saya habis!)
 Salah satu varian Indomie yang di jual di Estonia

 Kadang kalau malas masak cuma bikin oatmeal. Praktis tinggal siram air panas, kasih susu, trs kasih selai stroberi favorit

Dengan berbekal ilmu dari emak tersayang saya (untung dulu emak saya sering nyuruh-nyuruh saya bantuin di dapur. Kagak kaget lagi sudah. I love you Ibuk 😙😗💓) saya ungkep deh daging ayam jumbo itu. Saya biasa beli yang 5kg karena yang 3kg sering kosong. Daging ayam 5kg yang sudah saya ungkep saya taruh di frezzer cukup utuk 2 sampai 3 minggu ke depan (Alhamdulillah saya tidak keracunan hampir satu bulan lho itu hahaha). Kalau bosan makan daging ayam saya ganti dengan seafood, telur, jamur, tofu (yang menurut saya rasanya tidak enak, keras gitu), sayur yang selalu ada dalam menu harian saya.


 Hasil kreasi sup kentang + bakwan jamur
Hasil kreasi Fu Yung Hai Jamur ala ala 


 Kaalau ini jajan di cafetaria. Sok-sokan doyan pada akhirnya menyisakan salad itu hiks. Berasa dosa banget! Buang-buang uang 😢

 Kalau ini pancake Nutella. Sebelah kanan saus itu ikan hering, roti hitam (lupa namanya) plus telur rebus (ini tidak recommended banget. Rasanya tidak karua-karuan). Tapi pancakenya enak banget! Belinya juga pas di cafetaria

Namun, terkadang saya juga jajan. Bismillah, kalau jajan nasi goreng saya selalu memilih seafood. Wallahualam masaknya gimana. Atau jajan kebab di toko Turki di kota yang jelas halalnya. Favorit saya jajan pie, kangen banget makan pie disana. Saya paling suka isiannya telur dan salmon gak nanya. Terus saya juga suka pizza. Crazy benar! Saya bisa menghabiskan 1 pan pizza ukuran besar pas winter sendirian! Saya selalu memesan pizza hawaian atau brazilian which is isiannya nanas dan seafood.
Jujur kalau untuk masalah makanan disana Alhamdulillah saya gak rewel (beda banget kalau pas di Indonesia).

 Ini cake kesukaan saya. Saya tidak suka sesuatu yang manis. Tapi cake ini tidak terlalu manis ada rasa asam dari buah rasberry. Cake ini belinya di cafetaria kampus. Cukup mahal ssih sekitar 1Euro. Mungkin kalau saya tdak dapat beasiswa saya mikir-mikir dulu mau beli ini hehehehe.


 Di Indonesia pingin nasi kuning beli aja. Kalau pas di Tallinn pingin nasi kuning? Ya bikin sendiri. Mana ada orang jualan nasi kuning seperti ini. Nasi kuning seperti ini mewah banget. Ini nasi kuning komplit. Ada mie goreng, perkedel, sambal goreng tempe dan tahu, ayam balado. Btw tempenya import dari Helsinki bwakakaka

Kalau minuman sih saya tidak suka minuman soda, jadi saya tidak pernah mencoba minuman soda. Eh pernah ding, tidak sengaja beli air mineral yang berkarbonasi, waktu itu saya tidak pernah tahu jika ada air mineral yang berkarbonasi, baru tahu ya pas di Tallinn itu.
Saya terbiasa minum air putih atau teh dengan madu atau lemn atau jus. Selama 10 bulan di Tallinn, Alhamdulillah saya tidak pernah minum alkohol. Saya ingat dalam Al Qur'an telah diperingatkan jika satu tetes khamar akan membawa kita ke dalam panasnya api neraka. Cieee.


 Ini ada Cap Cay full banget dah. Karena ini adalah hari terakhir saya di Tallinn, jadi saya menghabiskan isi kulkas saya. Isian Cap Caynya bervarian ada tofu, sosis (belinya di toko halal Turki, endes banget dah sosinya), jamur.

Apalagi ya...
Untuk masalah toilet saya selalu sedia tisu basah, botol air mineral kecil, dan sabun cair kemanapun saya pergi. Jujur saya tipe orang yang jijik melihat sesuatu yang jorok. Saya selalu lap dudukan WC sebelum saya pakai.
Mukena juga selalu saya bawa kemanapun saya pergi. Ada yang unik nih, ternyata tidak semua negara memakai mukena saat sholat. Saya pernah melihat orang Rusia sholat memakai rok selutut, kaos kaki panjang, baju panjang, bahkan ada teman saya dari Afrika yang sholat pakai dress dengan potongan lengan yang minim. Ada juga teman saya yang pakai celana jeans kaos oblong dan krudung ala kadarnya. Namun, mostly teman saya yang dari Turki mereka memakai jubah atau dress mereka. Waktu mereka tahu saya punya mukena mereka cukup terkesan.
Kalau untuk urusan wudhu, saya biasanya wudhu di wastefel toilet perpus, walaupun tempatnya super kecil hehehehe.

Tidak semua kenangan itu indah. Namun, beberapa kenangan yang menyakitkan justru menjadi pembelajaran kita ke depannya. Saya tidak menyesali hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup saya. Pengalaman buruk selalu menjadi media pembelajaran bagi saya untuk berhati-hati dalam melangkah dan menyikapi. Disaat itulah kedewasaan saya diukur.

With love,
Ria Dhea

Senin, 05 Juni 2017

News Letter Interweave 2017 Erasmus+ [Ada Ria Dhea!]

Tidak menyangka sama sekali kalau ada artikel saya di New Letter nya Interweave Erasmus+ beberapa waktu yang lalu. Iya narsis pasti dong! 😎😎😎
Jadi, tanggal 2 Desember 2016 seperti biasa panitia Interweave e-mail ke para grantees. Isi email itu adalah meminta para grantees untuk sharing pengalaman seputar Winter di host country. Hasilnya nanti akan dibuat booklet untuk ditampilkan di website Interwevae terbaru. Saya ya yang dasarnya memang suka salju langsung semangat bikin. Saya bikin pengalaman yang berkesan bagi saya pas pertama kali lihat salju.
Saya bersyukur sekali bisa merasakan salju tebal dan bermain perang salju dan bikin boneka salju. Rasanya susah sekali melupakan pengalaman pertama kali memegang salju. Maklum ya selama 25 tahun saya hidup di negara tropis nan panas. Hanya ada dua musim, panas kalau enggak hujan.

Nah pengumuman booklet tersebut telah di upload adalah tanggal 3 Maret 2017. Taraaaa! Tertampanglah artikel saya bersama foto narsis saya memakai coat kesayangan di Old Town dan foto cantik dengan boneka salju yang saya buat bersama teman-teman saya. Website Interweave dapat dibuka di sini! (Penting: Lihat halaman 6 😂😂😂)

 Dengan coat favorit saya masih langsing
Tengah-tengah pas sekali ya eheemm


Best wishes,
Ria Dhea

Kamis, 01 Juni 2017

Pengalaman Tinggal di Academic Hostel Tallinn, Estonia



Sudah lama dan jarang banget update blog. Ini dikarenakan aktivitas saya yang yang meningkat alias mobilitas tinggi (eheem)😎. Kali ini saya akan update mengenai tempat tinggal saya dulu selama saya menjadi student exchange di Tallinn University of Technology (TTU), Tallinn, Estonia. Banyaknya pertanyaan beberapa orang lewat email atau facebook saya maka itu saya ceritakan di blog ini.
Saya merasa sangat bersyukur dan beruntung di TTU sebab semua staff disini baik-baik. Terutama ibuk Kerti (as a International Officer TTU) dan ibuk Siyi Ma (as a Interweave Erasmus+  representation). Duh mereka zuper banget!!!😉 Bisa dibilang email dari mereka all about TTU mulai tempat tinggal sampai transport sangat lengkap.

Dulu...
Saya sempat bingung mau tinggal dimana ya pas di Tallinn nanti. Saya coba mencari-cari info apartemen atau saran om saya yang pernah singgah di beberapa negara pilih asrama dekat kampus a. Tapi tetep saja clueless 😓karena ini pertama kali saya keluar negeri (sendirian pulak). Saya tidak tahu sama sekali memilih asrama atau apartemen yang memiliki the best route ke kampus. Suatu hari, bu Kerti ini email saya dan mengabarkan jika kalau mahasiswa yang sedang exchange dapat tinggal di dormitory atau academic hostel di link yang diberikan. Linknya dapat dilihat disini!
Nah saya masih bingung ya karena waktu saya klik beberapa link asrama contohnya Akademia Tee 7/1 dan lain-lain saya adalah mahasiswa waiting list untuk tinggal di asrama tersebut. Saya berpikir kalau saya masih dalam waiting list terus selama saya menunggu saya mau tinggal dimana ya?! Masak iya numpang di PPI Estonia (sebab saya orang introvert dan tidak enakan jadi tidak nyaman aja dengan orang yang baru dikenal).

Kemudian saya buka-buka lagi tuh link yang dikasih sama bu Kerti di bawah link dormitory ada tulisan for short stay disitu ada link tentang Academic Hostel. Nah saya buka tuh linknya. Harganya pun juga hampir separuh yang di asrama alias lebih mahal gitu. Kalau di asrama dulu 80 sampai 100 euro. Nah kalau hostel di Akademia Tee 11/1 masih lumayan murah sekitar 180 euro. Yang mahal adalah di Endla 4 (nama jalan) sekitar 210 euro. Waktu itu saya juga tidak kedapatan yang di Akademia Tee 11/1 jadi dengan berat hati saya tinggal di Endla 4. Untungnya saya ada beasiswa, coba kalau tak ada, tapi sebelnya saya harus deposit dulu. Which is saya harus mentransfer deposit sebesar 210 Euro😭 (karena saya akan tinggal untuk satu bulan kedepan) sesuai dengan hari yang dijanjikan karean kalau tidak bookingan saya akan dianggap batal. Selain itu untuk pengurusan visa tempat tinggal kita nanti waktu study kan harus jelas jadi dengan Bismillah saya booking itu hostel.

Waktu itu saya tidak punya kartu kredit atau semacamnya, jadi saya transfer manual lewat bank BNI di dekat kampus saya. Tapi sumpah itu ratenya jelek banget IDR!😭 Sudah gitu kena charge biaya konvert IDR to EUR 😣dan itu mahal banget dan lagi kena biaya administrasi apa gitu. Alamak! Bisa dibilang totalnya itu hampir separuh dari depositnya. Sekedar saran sih ya kalau mau transfer manual dari bank Indonesia ke bank di Europe cari yang bukan bank milik Indonesia atau cari bank Asing seperti CIMB, Woori dan lain-lain karena ratenya terhitung bagus dibanding bank domestik (bukan iklan).
Alhamdulillah, urusan booking memboking sudah selesai ya.

Setelah tiba di Tallinn...
Ini adalah pengalaman saya sendirian ke luar negeri. Berhubung buddy saya (mahasiswa yang membantu mahasiswa baru yang sedang exchange) tidak bisa menjemput saya ke bandara (sebel banget gak bertanggung jawab tu orang!) akhirnya saya naik taksi. Berbekal informasi dari kampus dan pihak hostel saya menuju kampus TTU mengambil kunci hostel (karena kantrnya ada di daerah kampus). Biaya taksi di Taliinn relatif murah dari bandara ke kampus 5 Euro. Sebenarnya naik bis juga bisa sih hanya saja saya masih bingung, daripada tersesat ya.
Namun sialnya, pak taksi ini kagak ngerti diamana Akademia Tee 11 GPS nya nunujukin kalau kita sudah sampai Akademia Tee (ternyata Akademia Tee itu gede), dan orangnya kagak ngerti inggris. Ya udah deh ya daripada ribet, saya turun dari taksi. Lalu mencari bantuan alias tanya orang lewat, kampung banget ya hahahaha. Sambil geret koper gede 35kg. Untung ada mahasiswa yang sedang exchange juga namanya Barbara dia baik banget mau antar saya ke tempat resepsionis hostel berada. Kata dia beberapa kali dia juga bantuin anak-anak yang kebingungan.

Kemudian...
Resepsionis hostel memberikan pengarahan tentang rules hostel, kartu putih dan kunci hostel. Barbara disitu stay nungguin saya dan saya diantar gimana caranya naik trolley (semacam bus yang digerakkan pakai listrik) baik banget! Dia bilang saya nanti turun di halte Tonismagi. Saya sangat berterimakasih sama Barbara ini. Saya memang orang kampung yang belum pernah ke luar negeri ya dengan polosnya pas disebut halte Tonismagi (pake bahasa Esti) saya turun, ternyata artinya the next stp is Tonismagi. Jadi intinya saya salah turun di halte Koidu which is lebih jauh sampai hostel dibanding kalau saya turun di Tonismagi. Sepert cara yang pertama saya tanya orang lewat. Saya masih ingat waktu itu hujan lebat macam drama gitu. Ternayata saya ketemu mas-mas baik setelah beberapa kali ditolak orang yang lewat (kebiasaan orang Estonia itu dingin dan heterogen banget). Mas-masnya itu anterin saya kedepan hostel pas.
Pas didepan hostel saya pakai kunci yang dikasih resepsionis dan voila ada tangganya boook! Dengan berat hati saya angkat koper 35kg saya pakai tangga. Mantabh jiwa teman-teman wonder woman dah saya waktu itu.



Finally...
Perjalanan panjang lebih 18 jam diatas pesawat dibarengi drama-drama kecil akhirnya saya sampai juga di Academic Hostel. Saya bking untuk twin room. Roomate saya adalah orang Spanyol. Dia juga sedang exchange juga tapi masih bachelor. Saya lupa namanya, karena 1 minggu kemudian dia pindah bareng temannya.
Begitu sampai kamar saya langsung mandi dan berebah istilah kerennya jetlag 😝. Tidak enaknya di Academic Hostel ini shared bathroom. Ada 3 bathroom sih tapi macam yaaaah jijik gitu 😖 karena dipakai berbanyak. Beginilah penampakan kamar saya

Penampakan (1) 
Maaf berantakan. Sebelahnya itu ada lemari besar dan kulkas kecil. Kemudian didekat kasur itu ada heaternya. Menyala saat Auntumn dan Winter selain itu akan dimatikan secara otomatis

Penampakan (2)
Pertama kali sampai saya kedinginan. Walaupun kata orang sana suhunya wajar sekitar 23 sampai 25 derajat tapi menurut saya itu dingin. Karena suhu di Surabaya kan sekitar 27 sampai 30 derajat

 Penampakan dari Kamar
btw ini adalah kado dari sahabat-sahabat saya sebelum berangkat ke Tallinn. Makasih gengs 😘

Penampakan dari Kamar
 Saya ambil ketika pertama kali saya sampai di Tallinn

 Penampakan dari Kamar Jam 7 Pagi
Ini masih jam 7 pagi lho waktu itu summer akan berakhir jadi semacam siangnya jadi mundur

Sebenarnya saya kurang puas sih sama hasil fot saya. Jujur saya menyesal kurang mengabadikan momen-momen tersebut. Saya mah orangnya kayak gitu males foto-foto sekalinya pas gak di tempat kejadian menyesal gak ambil foto wkakakakaka 😁😁
Bahkan saya gak sempat foto-foto dapur, dimana itu adalah tempat favorit saya untuk eksperimen. Malah saya foto ruang laundrynya aja. Gak jelas banget kan saya 😌😔

 Washing Mechine di Laundry Room
Jadi disini ada 2 mesin cuci. Enaknya kalau di academic hostel ini kita gak perlu masukin koin lagi kalau mau cuci. Jadi tinggal plung masukan baju kotr, detergen, pengharum. Tunggu beberapa jam selesai deh. Btw biasakan ya baca cara pakai mesin cuci. Kalau rusak deposit kita nanti gak akan kembali.


Jemurnya disini
Selesai cuci langsung dijemur agar orang yang mau cuci berikutnya tidak nunggu lama untuk mencuci jadi bisa gantian. Disitu juga disediakan setrika. Kalau mau setrika tinggal digelar papan setrikanya

Vending Machine (ssst jual kondom juga disini)
Di sini juga disediakan tempat makan. Dapurnya ada dibelakang vending machine ini. Juga ada lokernya untuk menyimpan bahan masak-masak kita. Lokernya sesuai dengan nomor kamar kita

Baiklah saya cerita lagi sedikit sebelum penutup. Saya tinggal disini kira-kira 4 bulan. Karena saya dapat roommate baru super menyebalkan dan jorok habis saya pindah ke share apartemen di Jalan Tedre. Akan saya ceritakan keseruan saya berikutnya ketika pindah dan alasan mendetailnya di cerita selanjutnya.

Best wishes,
Ria Dhea